Selasa, 28 September 2021

Pasang Kumis dan Brewok Pada Wajah Puan Maharani, Pemilik Akun @renriinnn Akhirnya Minta Maaf Juga 

Ketua DPC PDIP Purbalingga Bambang Irawan menemui penggugah vidio tiktok pelecehan terhadap Ketua DPR RI Puan Maharani, Minggu malam. (Amin)

Baru-baru ini di Purbalingga viral unggahan vidio tiktok yang berisi pelecehan terhadap sosok Puan Maharani. Wajah Ketua DPR RI Puan Maharani pada baliho yang terpampang di ruas jalan Purbalingga, diedit menjadi berkumis. Keisengan itu pun membuat para kader PDIP geram. Setelah dilakukan penelusuran, akhirnya ketemu dengan pemilik akun @renriinnn yang menggunggah vidio tersebut.


Purbalingga, serayunews.com

Ketua DPC PDIP Purbalingga HR Bambang Irawan menyampaikan, pihaknya mendapatkan laporan dari para kader. Bahwa beredar vidio yang memuat konten Puan Maharani. Dalam vidio tersebut, wajah anak perempuan Bung Karno itu dipasang kumis, dan brewok menggunakan filter yang ada di tiktok. Tak hanya Puan, sosok Bambang Irawan pun demikian, dalam fotonya ada kumis dan brewok tebal.

“Dalam vidio itu tokoh Puan Maharani yang seorang perempuan dipasang kumis dan brewok, ditambah backsound-nya ada nada sindiran. Ya tentu itu termasuk melecehkan,” kata Bambang Irawan, Senin (02/08/2021).

Setelah ditelusuri, pemilik akun yang menggunggah vidio tersebut diketahui. Pemilik akun tiktok @renriinnn itu bernama, Novaldo Rendyansah (22). Dia merupakan warga RT 02 RW 02 Jalan Komisaris Notosumarsono, Purbalingga. Selanjutnya ditemui di rumahnya, dan diklarifikasi.

“Saya lalu datangi rumahnya. Saya temui secara baik-baik. Termasuk saya menanyakan apa latar belakang pembuatan video tersebut. Bagaimanapun ini tidak dibenarkan karena merupakan sebuah penghinaan,” katanya.

Saat ditemui di rumahnya, Novaldo didampingi ibunya, Sri Istyaningsih. Rendi si pembuat video menyampaikan bahwa ide membuat video tik-tok tersebut hanya merupakan perbuatan iseng. Dia lalu menyampaikan permintaan maaf . “Saya sampaikan kepada yang bersangkutan apa yang dia lakukan sangat tidak dibenarkan dan bisa berdampak secara hukum,” ujar Bambang Irawan.

Rendi dan orang tuanya, lanjut Bambang Irawan, mengaku sangat menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya. Oleh karena itu Bambang Irawan menyampaikan pihaknya juga bisa memahami dan memberikan maaf.

“Kami juga memberikan edukasi kepada yang bersangkutan terkait penggunaan media sosial. Jangan sampai perbuatan tersebut diulangi lagi. Dia juga telah membuat video permintaan maaf yang juga disampaikan melalui media sosial,” lanjutnya.

Bambang Irawan menambahkan sebagai petugas dan kader partai pihaknya tegak lurus dengan perintah dan kehormatan partai. Namun di sisi lain sebagai bagian dari masyarakat Purbalingga, sehingga dia juga memberikan maaf kepada yang bersangkutan.

Peristiwa ini pun telah di laporkan kepada Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto, dan diminta untuk melakukan penyelesaian secara bijak dan menenangkan kader PDIP.

“Apapun mereka adalah anak dan warga kami. Jika memang ada kesalahan kita harus memberikan pembinaan agar tidak mengulanginya. Pesan saya berhati-hatilah bermedia sosial, jangan sampai dijadikan ajang penghinaan kepada orang lain. Ini pelajaran bagi kita semua,” kata dia.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini