
Cilacap, serayunews.com
Sekda Cilacap, Awaluddin Muuri menyebutkan, pihaknya telah menyiapkan lahan untuk relokasi Pasar Wage tersebut, atau tepatnya berada di sebelah selatan lapangan Desa Karangkandri, Kesugihan. Dalam tahap ini, Pemkab Cilacap telah malakukan pengurugan di calon lokasi, karena sebelumnya merupakan lahan persawahan.
“Lahan sudah siap, itu tanah Pemkab. Sudah diurug juga akhir tahun 2022 kemarin, menghabiskan anggaran sekitar Rp900 juta untuk pengurugannya,” katanya kepada serayunews.com, Rabu (1/3/2023).
Ia menjelaskan, untuk pembangunan pasar tersebut, akan menggunakan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2023 melalui Tugas Pembantuan (TP) Kementrian Perdagangan RI sebesar Rp3 miliar. Ia pun menargetkan, di akhir 2023 mendatang seluruh pedagang dapat direlokasi dan menempati Pasar Wage baru.

Baca juga: [insert page=’soal-pasar-kroya-sekda-cilacap-kita-akan-gugat-pt-tdm’ display=’link’ inline]
“Karena kalau yang sekarang ini lahan milik PT. KAI, apalagi kalau sedang pasaran membludak. Mengganggu lalu lintas, macet lah, sehingga harus dipindahkan,” tuturnya.
Terlebih, kata dia, Pasar Wage merupakan salah satu simpul ekonomi yang ada di wilayah Cilacap kota. Meski beroperasinya hanya pada saat tertentu, namun perputaran ekonomi dan keuanganya cukup besar. Sehingga pemerintah daerah, perlu menata dan mengembangkan pasar tersebut.
“Kalau lagi wagean istilahnya, kan banyak masyarakat dari berbagai wilayah datang berbelanja di sana (Pasar Wage, red). Jadi kita kembangkan, potensinya besar juga,” jelasnya.