
SERAYUNEWS-Upaya untuk menjaga dan memastikan bersih dan bebas dari penyalah gunaan narkoba, sejumlah pegawai dan beberapa warga binaan Rutan Banjarnegara menjalani tes urine. Tes ini dilakukan terhadap seluruh pegawai Rutan Banjarnegara dan 33 warga binaan kasus narkoba.
Tes urine tersebut dilaksanakan di Klinik Pratama Rubara sebagai bagian dari langkah nyata Rutan Banjarnegara dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas perintah Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso dalam arahannya untuk meningkatkan kualitas pembinaan serta pengawasan terhadap petugas dan warga binaan pemasyarakatan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN) sekaligus mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di lingkungan lapas dan rutan.
Kepala Rutan Banjarnegara, Dodik Harmono, menegaskan bahwa integritas petugas pemasyarakatan merupakan hal yang tidak bisa ditawar dalam proses pembinaan warga binaan.
“Petugas pemasyarakatan harus menjadi contoh. Kita tidak bisa menuntut warga binaan menjauhi narkoba apabila kita sendiri tidak mampu menjaga integritas. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk pengawasan internal,” katanya, Jumat (9/1/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, sejumlah 61 pegawai Rutan Banjarnegara serta 33 warga binaan kasus narkotika dinyatakan negatif dari penggunaan narkoba. Hasil tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga lingkungan kerja dan pembinaan yang sehat, aman, serta bebas dari narkotika.
Ke depan, Rutan Banjarnegara akan terus memperkuat pengawasan internal dan melaksanakan berbagai langkah preventif lainnya. Rutan Banjarnegara juga berkomitmen menindaklanjuti arahan pimpinan pusat serta menjalin sinergi dengan instansi terkait guna mewujudkan pemasyarakatan yang berintegritas dan mendapatkan kepercayaan masyarakat.