
SERAYUNEWS – Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan disiagakan untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Cilacap. Total sebanyak 519 personel diterjunkan dalam Operasi Ketupat Candi 2026 guna memastikan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah berjalan aman dan lancar.
Kesiapan pengamanan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 yang digelar Polresta Cilacap di Alun-alun Kabupaten Cilacap, Kamis (12/3/2026).
Apel dipimpin oleh Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan diikuti jajaran TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta berbagai unsur terkait lainnya yang akan terlibat dalam pengamanan arus mudik selama operasi Ketupat Candi berlangsung mulai 13 -25 Maret 2026.
Sebagai tanda dimulainya Operasi Ketupat Candi 2026, Bupati Cilacap melakukan penyematan pita merah kepada perwakilan tiga pilar, yakni Polri, TNI, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap.
Setelah itu, pimpinan apel bersama jajaran melakukan pengecekan sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.
Dalam amanatnya, Bupati Cilacap membacakan pesan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Ia menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel serta peralatan pendukung yang akan digunakan selama operasi berlangsung.
“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel dan sarana prasarana, sekaligus wujud komitmen serta sinergitas lintas sektor untuk menyukseskan Operasi Ketupat 2026 agar pelaksanaan mudik dan perayaan Idulfitri dapat berjalan aman, nyaman, tertib, dan lancar,” ujarnya.
Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buono mengatakan ratusan personel gabungan telah disiapkan untuk mengamankan jalannya arus mudik maupun arus balik Lebaran.
“Total ada 519 personel yang dilibatkan dalam Operasi Ketupat Candi 2026 di wilayah Kabupaten Cilacap. Dari jumlah tersebut, 366 personel berasal dari Polri dan 153 lainnya dari instansi terkait,” kata Budi.
Menurutnya, keterlibatan lintas instansi ini menjadi bagian dari sinergi untuk menciptakan situasi keamanan yang kondusif selama momentum Lebaran.
Dalam mendukung kelancaran Operasi Ketupat Candi 2026, Polresta Cilacap juga menyiapkan empat posko pengamanan dan pelayanan yang ditempatkan di sejumlah titik strategis.
Keempat pos tersebut meliputi Pos Pengamanan Mergo Dayeuhluhur, Pos Pengamanan Sampang, Pos Terpadu Alun-alun Cilacap, serta Pos Pelayanan di Stasiun Kroya.
Pos pengamanan di Mergo dan Sampang difungsikan untuk memantau jalur lalu lintas antarwilayah yang menjadi lintasan pemudik. Sementara Pos Terpadu Alun-alun Cilacap menjadi pusat koordinasi pengamanan selama operasi berlangsung.
Adapun Pos Pelayanan di Stasiun Kroya disiapkan untuk memberikan layanan bagi pemudik yang menggunakan transportasi kereta api.
“Setiap pos nantinya memiliki fungsi dan pelayanan yang berbeda-beda untuk masyarakat. Intinya kami siap bersinergi dengan seluruh elemen guna menyukseskan pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026,” ujarnya.
Selain posko pengamanan, Polresta Cilacap juga menyiapkan 12 titik strong point yang ditempatkan di sejumlah simpang jalan utama serta kawasan wisata yang berpotensi ramai selama libur Lebaran.
Penempatan personel di titik tersebut bertujuan untuk mengatur arus lalu lintas, mengantisipasi kemacetan, serta menjaga keamanan di lokasi keramaian.
Sejumlah titik yang menjadi perhatian di antaranya Jalan Bhayangkara Majenang, Simpang Tiga Sampang, serta perlintasan kereta api di Kroya dan Randegan yang kerap mengalami kepadatan kendaraan saat musim mudik.
Untuk mengantisipasi kepadatan tersebut, kepolisian juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas jika terjadi lonjakan kendaraan di jalur-jalur tertentu.
Selain itu, Polresta Cilacap juga menyediakan layanan call center 110 yang aktif selama 24 jam. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan kejadian darurat, meminta bantuan kepolisian, maupun memperoleh informasi terkait situasi keamanan selama masa Lebaran.