
SERAYUNEWS — Aliansi Masyarakat Banjarnegara Bersatu (AMBB) mengambil langkah berbeda saat memulai kiprahnya.
Alih-alih menggelar deklarasi seremonial, organisasi ini memilih mengalihkan anggaran kegiatan untuk mendukung pembangunan Masjid Jami Baiturrahman di Dusun Peduli, Desa Sokayasa, Kecamatan Banjarnegara, Rabu (13/5/2026).
Keputusan tersebut mendapat perhatian publik karena dinilai lebih berorientasi pada aksi nyata dan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam aksi sosial tersebut, AMBB menyalurkan berbagai bantuan material bangunan, meliputi:
Selain bantuan material, anggota AMBB juga menyerahkan donasi tunai swadaya lebih dari Rp2 juta untuk mendukung percepatan pembangunan masjid.
Ketua AMBB, Sapto Ary, menyampaikan bahwa dana yang sebelumnya disiapkan untuk kegiatan deklarasi organisasi sengaja dialihkan demi membantu pembangunan rumah ibadah.
Menurutnya, AMBB hadir dengan semangat kebersamaan untuk mendukung pemerintah serta menjaga kondusivitas daerah melalui kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin mempersatukan masyarakat Banjarnegara dari berbagai latar belakang, baik lintas organisasi masyarakat maupun individu non-ormas. Walaupun berbeda-beda, kami ingin tetap bersatu demi Banjarnegara,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan dapat berperan aktif dalam kolaborasi sosial dan pembangunan daerah.
“Daripada biaya habis untuk seremoni deklarasi di gedung, lebih baik digunakan membantu pembangunan masjid. Kami ingin menunjukkan bahwa ormas bisa bersinergi, meredam gesekan, dan mendukung program pemerintah,” katanya.
Saat ini, AMBB memiliki sekitar 300 anggota yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, termasuk Banser, sebagian anggota Pemuda Pancasila, LSM Harimau, Lindu Aji, hingga komunitas pengamen dan pelaku usaha salon.
Keberagaman tersebut disebut menjadi kekuatan utama dalam membangun gerakan sosial berbasis kolaborasi.
Sekretaris Desa Sokayasa sekaligus pengurus pembangunan masjid, Nurkholis, mengungkapkan bahwa pembangunan Masjid Jami Baiturrahman membutuhkan anggaran sekitar Rp1,7 miliar.
Hingga kini, progres pembangunan baru mencapai sekitar 40 persen karena keterbatasan dana.
“Awalnya kami menargetkan pembangunan selesai sebelum Ramadan, tetapi aliran dana belum mencukupi. Bantuan dari AMBB ini sangat berarti dan kami berharap bisa menggugah masyarakat lain untuk ikut bersedekah,” katanya.
Apresiasi terhadap langkah sosial AMBB juga datang dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Kepala Kesbangpolinmas, Isak Danial Alloys, yang hadir mewakili Bupati Banjarnegara.
Ia menilai organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan sekaligus mendukung pembangunan daerah.
“Visi yang disampaikan sangat jelas, yakni ingin berkontribusi bagi kemajuan Banjarnegara. Namun seluruh pembangunan hanya dapat berjalan baik jika masyarakat tetap rukun dan damai,” ujarnya.
Ia juga berharap AMBB terus memperkuat kegiatan sosial serta segera menyelesaikan aspek legalitas organisasi agar sinergi dengan pemerintah daerah dan aparat dapat berjalan lebih optimal.