Rabu, 20 Oktober 2021

Pedagang Terharu, Dagangannya Diborong Personel Polresta Banyumas saat PPKM Darurat, Begini Kisahnya

Selama ini Polresta Banyumas dikenal kerap melakukan penindakan terhadap warung-warung yang nekat buka saat jam malam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Banyumas. Namun, dalam razia kali ini, Polresta Banyumas juga melakukan tindakan simpatik, dengan memborong makanan para pedagang, agar mematuhi peraturan PPKM Darurat, Kamis (15/7) malam.


Purwokerto, serayunews.com

Kabag Ops Polresta Banyumas, Kompol Aldino Agus Anggoro mengungkapkan bahwa sesuai intruksi Kapolresta Banyumas, Kombes Pol M Firman L Hakim dalam penertiban pedagang pada saat PPKM Darurat ini menurutnya perlu adanya sikap humanis. Tidak hanya memberikan edukasi saja, mereka juga memborong makanan para pedagang.

“Kita beli dagangan mereka, kita juga berikan edukasi ke depannya, agar tetap mengikuti peraturan yang telah ditetapkan dalam PPKM Darurat ini,” ujar dia.

Setelah barang dagangan para pedagang diborong, Polisi kemudian membagikan makanan tersebut kepada masyarakat yang terdampak langsung pada saat PPKM Darurat ini.

“Kita berikan masyarakat yang berada di pinggir jalan, seperti tukang becak, ojek, serta masyarakat lainnya yang terdampak PPKM Darurat ini,” katanya.

Sementara itu Kepala Satgas 7 Bagian Humas PPKM Darurat Polresta Banyumas, AKP R Manggala menjelaskan, bahwa pihaknya memborong makanan para pedagang tersebut selama tujuh hari penuh, yakni hingga tanggal 22 Juli 2021.

“Tentunya agar mereka mau mengikuti peraturan PPKM yang ada,” ujarnya.

Seorang penjual angkringan di Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Afif Dafa terkejut saat rombongan aparat kepolisian mendatangi angkringannya. Dirinya kemudian diberikan edukasi, untuk mengikuti peraturan yang ada.

“Tadi diborong semuanya, sebenarnya memang biasa tutup jam 12, besok kita patuhi aturan jam 8 malam sudah tutup,” ujarnya.

Suasana cukup haru terjadi saat polisi merazia warung penjual lumpia kuah di Pasar Wage Purwokerto, dimana penjualnya yakni Nana menangis tersedu-sedu saat aparat kepolsian datang. Namun, bukan karena takut dagangannya dirazia, karena aparat kepolisian memborong semua barang dagangannya.

“Terima kasih banyak pak polisi, dangan saya sudah diborong semua. Saya akan patuhi aturan yang ada,” kata dia.

Terharu dirinya lantaran sejak sore hari berjualan, dirinya baru mendapatkan beberapa penghasilan saja. Padahal, saat ini Ia membutuhkan biaya untuk sekolah anak-anaknya.

“Memang sejak PPKM ini sepi, biasanya dapat sehari Rp 1,5 juta, sekarang dari tadi sore itu baru dapat Rp 200 ribu,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini