SERAYUNEWS – Kantor Pegadaian cabang Purwokerto mengalami peningkatan kunjungan yang signifikan selama bulan Ramadan.
Pada pekan terakhir menjelang Idulfitri, banyak masyarakat datang untuk menebus emas yang mereka gadaikan sebelumnya.
Menurut Pimpinan Cabang Pegadaian Purwokerto, Budi Purnomo, tren ini hampir terjadi setiap tahun.
“Kebanyakan masyarakat menebus emas mereka karena masa jatuh tempo yang kebetulan sebelum Lebaran. Juga perhiasan emas biasanya mereka pakai saat Lebaran,” ujar Budi pada Selasa (25/03/2024).
Budi menjelaskan, awal Ramadan biasanya ditandai dengan lonjakan masyarakat yang menggadaikan barang, terutama untuk modal usaha selama bulan puasa. Namun, menjelang Lebaran, mereka kembali menebus barang tersebut.
“Tren ini terjadi setiap tahun. Di awal Ramadan terjadi kenaikan sekitar 10 persen jumlah nasabah yang menggadaikan barang. Kemudian di minggu terakhir Ramadan, kenaikan omzet saat penebusan bisa mencapai 15-20 persen,” tambahnya.
Mayoritas barang gadai adalah emas yang mencakup 97 persen dari total transaksi. Budi menyebut, emas sebagai aset paling populer karena memiliki nilai yang stabil dan mudah penebusannya.
“Selain emas, memang ada barang berharga lain, tetapi porsinya kecil,” jelasnya.
Kantor Pegadaian Purwokerto akan tetap buka hingga 28 Maret mendatang untuk melayani masyarakat yang ingin menebus barang gadai sebelum Lebaran. Hal ini untuk mengakomodasi kebutuhan nasabah menjelang momen perayaan Idulfitri.