
SERAYUNEWS- Anak-anak di pelosok Indonesia kini tersenyum lebih lebar menuju sekolah. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyalurkan 28 unit bus sekolah khusus untuk Program Sekolah Rakyat.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pemberian bus tersebut bertujuan untuk mendukung operasional sekolah rakyat.
Program Sekolah Rakyat, inisiatif prioritas Presiden Prabowo, menargetkan anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Dari total 150 unit bus sekolah sepanjang 2025, 28 unit dialokasikan untuk operasional sekolah ini di berbagai provinsi.
Penyaluran ini berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 69 Tahun 2025. Bus-bus berukuran kecil ini aman dan nyaman untuk perjalanan pelajar harian.
Alokasi bus tersebar proporsional dari Sumatera hingga Maluku. Aceh mendapat 3 unit, sementara Jawa Timur dan Sulawesi Selatan masing-masing 3 unit juga.
Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Lampung memperoleh 1 unit per provinsi. Bengkulu mendapat 2 unit, Jawa Barat dan Jawa Tengah masing-masing 2 unit lagi.
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) serta provinsi lain seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, NTB, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara turut menerima.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan manfaat bus ini.
“Kami berharap bus ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah, terutama mendukung operasional Sekolah Rakyat dan akses pendidikan yang aman serta terjangkau bagi para pelajar,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (11/1/2026).
Dudy menambahkan, “Kami ingin memastikan para siswa mendapat akses transportasi layak dan aman sehingga proses belajar mengajar berjalan efektif dan optimal.”
Fokus utama adalah keselamatan lalu lintas sejak dini bagi pelajar. Ini juga bagian dari komitmen pemerintah memperluas layanan transportasi publik merata.
Kemenhub menerima 328 proposal bantuan bus sekolah sepanjang 2025. Sebanyak 162 proposal lolos verifikasi lengkap, termasuk data pendukung dari daerah dan lembaga pendidikan.
Dari situ, 60 unit diserahkan ke pemerintah daerah, 90 unit langsung ke sekolah. Langkah ini memastikan bantuan tepat guna di lapangan.
Rencana 2026 tetap lanjut dengan 100 unit bus, meski anggaran terbatas Rp64,2 miliar. Kebutuhan ideal 150 unit butuh Rp96,3 miliar lagi.
Program ini mendukung tujuan nasional pemerataan layanan dasar. Transportasi aman meningkatkan efektivitas belajar, mengurangi angka putus sekolah di daerah terpencil.
Kemenhub mencatat, bus ini membangun budaya keselamatan berlalu lintas. Pelajar belajar disiplin di jalan sambil mengejar mimpi pendidikan tinggi.
Dengan 28 unit ini, sekolah rakyat beroperasi di ratusan titik. Langkah kecil ini bisa mengubah nasib ribuan anak ke depan.
Pemerintah daerah sebaiknya melakukan optimalisasi armada. Harapannya, tak ada lagi anak tertinggal gara-gara transportasi.
Inisiatif seperti ini menunjukkan komitmen konkret pemerintah. Pendidikan merata, mulai dari armada bus sekolah.***