
SERAYUNEWS-Pemerintah Kabupaten Banjarnegara terus berusaha untuk mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban longsor Situkung, Desa Pandanarum, dari 32 unit yang sedang proses pembangunan, 25 unit di antaranya sudah selesai 100 persen.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Aji Piluroso mengatakan, sesuai dengan arahan dan instruksi dari bupati, maka proses pembangunan huntara bagi korban longsor Situkung terus dikebut, harapannya saat memasuki Ramadan nanti, para pengungsi secara bertahap sudah dapat menempati huntara tersebut.
“Percepatan ini bagian dari upaya pemulihan yang dilakukan oleh pemerintah bagi korban longsor, dan dari 32 unit yang sedang proses pembangunan tahap awal ini, 25 diantaranya sudah selesai 100 persen,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Menurutnya, pada pembangunan huntara tahap pertama ini, pemerintah akan membangun 50 unit, saat ini proses pengerjaan sudah dilakukan, termasuk persiapan lahan untuk pembangunan huntara bagi korban longsor Situkung.
Dikatakannya, dari 50 unit huntara yang dibangun tahap pertama ini, pemerintah akan lebih memprioritaskan korban yang paling membutuhkan untuk menempatinya terlebih dahulu, terutama para lansia dan penyintas yang memiliki penyakit tertentu.
“Pemerintah memang tidak bisa langsung membangun seluruh huntara bagi korban longsor Situkung karena berbagai persoalan, termasuk lokasi yang akan digunakan sebagai huntara. Untuk itu, pembangunan tahap awal ini kita tetap menggunakan skala prioritas. Tentu saja kita akan memprioritaskan korban lansia, pasien stroke, atau warga dengan kondisi sakit tentu yang akan kita dahulukan,” katanya.
Setelah semua proses pembangunan tahap pertama ini selesai, maka pemerintah akan langsung melakukan pembangunan huntara untuk tahap dua, harapannya proses pembanguan seluruh huntara bagi korban longsor Situkung dapat segera selesai.
Rencananya, pemerintah akan membangun sedikitnya 200 unit huntara untuk para korban longsor Situkung, namun proses pembangunan dilakukan bertahap, mengingat kondisi lahan yang ada, termasuk proses pembebasan dan lainnya.
Seperti diketahui, longsor yang terjadi di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara pada Minggu 16 November 2025 lalu menyebabkan ratusan rumah tertimbun dan memakan korban jiwa.
Dari laporan resmi yang dirilis BNPB, jumlah korban longsor Situkung mencapai 28 orang, dari jumlah tersebut 11 orang tidak dapat ditemukan hingga proses pencarian dihentikan oleh BNPB setelah melalui berbagai pertimbangan dan juga pembahasan di tingkat pengampu kepentingan, termasuk musyawarah dengan pihak keluarga yang anggota keluarganya belum ditemukan.