
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS-Warga Desa Luwung dan Desa Gumiwang di Banjarnegara segera memiliki jembatan gantung sepanjang 120 meter yang akan memangkas akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Ditargetkan rampung akhir 2026.
Rencana pembangunan jembatan gantung ini membuat senyum lega terlihat di wajah warga Desa Luwung, Kecamatan Rakit, dan Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara. Penantian panjang mereka untuk memiliki akses penyeberangan yang lebih aman akhirnya memasuki babak baru setelah pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan kedua desa resmi dimulai.
Selama bertahun-tahun, masyarakat di kedua sisi sungai harus mengandalkan jalur yang lebih jauh atau menunggu kondisi sungai bersahabat untuk beraktivitas. Kehadiran jembatan gantung ini dinilai akan menjadi solusi penting bagi ribuan warga yang setiap hari berangkat bekerja, bersekolah, hingga mengakses layanan kesehatan.
Pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan program infrastruktur yang bersumber dari aspirasi anggota DPR RI daerah pemilihan Jawa Tengah VIII, Rofik Hananto. Jembatan sepanjang 120 meter itu diharapkan menjadi penghubung utama antara Kecamatan Rakit dan Kecamatan Purwanegara.
Angota DPR RI Rofik Hananto mengatakan keberadaan jembatan bukan sekadar proyek fisik, tetapi menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini menginginkan akses yang lebih cepat dan aman.
Menurutnya, jembatan tersebut akan memperlancar mobilitas warga menuju sekolah, pusat pelayanan kesehatan, maupun aktivitas ekonomi yang selama ini bergantung pada akses penyeberangan.
“Selama ini masyarakat menginginkan akses yang lebih mudah untuk pendidikan, kegiatan ekonomi, dan pelayanan kesehatan. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Jembatan gantung itu dirancang untuk dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Namun, konstruksinya juga dipersiapkan agar dapat digunakan kendaraan roda empat tertentu dalam kondisi darurat, seperti ambulans yang membawa pasien menuju fasilitas kesehatan.
Pembangunan dijadwalkan berlangsung sekitar enam bulan. Sesuai kontrak kerja, proyek tersebut ditargetkan selesai pada 26 Desember 2026. Meski demikian, pelaksana berharap proses konstruksi dapat rampung lebih cepat sehingga masyarakat bisa segera memanfaatkan jembatan sebelum intensitas hujan meningkat pada penghujung tahun.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menyambut baik dimulainya pembangunan infrastruktur tersebut. Ia menilai kehadiran jembatan akan membawa dampak nyata bagi peningkatan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurut Amalia, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu kunci pemerataan pembangunan, terutama di wilayah pedesaan yang masih membutuhkan akses transportasi yang lebih baik.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat jembatan setelah selesai dibangun. Pemerintah Kabupaten Banjarnegara bersama pemerintah desa akan memberikan edukasi mengenai penggunaan jembatan agar tetap aman dan memiliki usia pakai yang panjang.
“Jembatan ini adalah milik bersama. Karena itu, mari dijaga dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.
Bagi warga Luwung dan Gumiwang, pembangunan jembatan ini bukan hanya menghadirkan infrastruktur baru. Lebih dari itu, jembatan menjadi simbol terhubungnya kembali aktivitas sehari-hari yang selama ini terhambat oleh keterbatasan akses. Anak-anak diharapkan dapat berangkat ke sekolah dengan lebih mudah, petani lebih cepat membawa hasil panen ke pasar, sementara warga yang membutuhkan layanan kesehatan tidak lagi terkendala jarak dan waktu.
Dengan dimulainya pembangunan jembatan gantung ini, harapan baru pun tumbuh di dua desa yang selama bertahun-tahun menanti hadirnya akses penghubung yang lebih aman, layak, dan mampu mendukung kehidupan masyarakat Banjarnegara di masa mendatang.