
PURWOKERTO, SERAYUNEWS— Berawal dari keinginan mencari kesibukan sekaligus penghasilan saat menunggu wisuda, Rauf Bimo, warga Kabupaten Banyumas yang tinggal di daerah Kecamatan Kembaran, memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis kopi pada akhir 2024.
Sebelum membuka gerai di Purwokerto, Bimo memulai usahanya di Yogyakarta dengan berjualan kopi menggunakan sepeda motor. Usaha tersebut dijalaninya selama kurang lebih lima bulan. Setelah itu, Bimo kembali ke Purwokerto dan tetap melanjutkan bisnis kopinya dengan membuka gerai di kawasan Bendungan Arca. Pada awalnya, ia hanya menggunakan sebuah meja sederhana untuk berjualan.
“Di bendungan Arca saya berjualan pake meja doang, kalau sebelumnya di Jogja saya pake motor dan dibelakangnya pake box gitu,” katanya Minggu (9/8/2026).
Ketertarikan Bimo terhadap kopi juga memiliki cerita tersendiri. Saat masih SMA, ia memiliki masalah maag yang membuatnya tidak bisa minum kopi. Namun, ketika kuliah, Bimo mencoba kembali minum kopi hingga akhirnya menyukai minuman tersebut. Dari kebiasaan membeli kopi, muncul pemikiran untuk membuat dan menjual kopi sendiri.
Pada awal merintis usaha, Bimo membuat kopi menggunakan moka pot. Sambil menjalankan usahanya dan mengumpulkan uang, ia akhirnya mampu membeli mesin Rok Presso untuk mengembangkan proses pembuatan kopinya.
Dalam mengembangkan bisnisnya, Bimo memilih konsep gerobak kopi menggunakan mobil bak yang dimodifikasi menyerupai bar di kafe. Ide tersebut terinspirasi dari banyaknya penjual kopi dengan konsep serupa yang ia lihat di kawasan Kota Baru, Yogyakarta.
Bimo kemudian memberi nama usahanya Kopak, yang merupakan singkatan dari Kopi Ngapak (Kopak). Nama tersebut dipilih karena ia ingin mengangkat budaya Ngapak yang menurutnya masih belum banyak dikenal oleh masyarakat luas.
Perjalanan membangun Kopak tentu tidak selalu mudah. Bimo menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari mencari lokasi yang strategis, terus mengembangkan cita rasa kopi, hingga membangun branding untuk bisnisnya.
Meski demikian, Bimo terus melakukan inovasi. Salah satu menu unik yang ditawarkan Kopak adalah rum coffee versi halal. Jika pada umumnya rum coffee menggunakan alkohol, Bimo berkreasi untuk menghasilkan cita rasa yang serupa tanpa menggunakan alkohol. Selain menjual kopi, Kopak juga memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM lain untuk menitipkan produk dagangannya, seperti roti dan makanan lainnya.
Saat ini, Kopak juga dapat ditemukan melalui akun Instagram @kopak_kopingapak.
Kisah Bimo dalam membangun Kopak menunjukkan bahwa sebuah usaha tidak harus dimulai dengan modal besar. Bimo memulainya dari hal sederhana, yaitu berjualan menggunakan sepeda motor dan peralatan yang terbatas, kemudian berkembang secara bertahap.
Dari perjalanan tersebut, kita dapat belajar bahwa kreativitas, keberanian mencoba, ketekunan, dan kemauan untuk terus berinovasi sangat penting dalam membangun sebuah usaha. Selain itu, mengangkat budaya lokal seperti konsep Kopi Ngapak dapat menjadi ciri khas yang membuat sebuah bisnis memiliki identitas tersendiri. (soultan albar)