Selasa, 28 September 2021

Pendapatan Anjlok, Begini Cerita Penjual Bendera Tepi Jalan di Banjarnegara yang Terdampak Pandemi

Sejumlah pedagang musiman yang menjual berdera dan atribut perayaan HUT RI mulai marak di sejumlah sudut Kota Banjarnegara. Mereka banyak menjajakan dagangannya di trotoar jalan protokol yang ada di Banjarnegara. Di masa pandemi, pendapatan mereka anjlok.


Banjarnegara, serayunews.com

Para pedagang musiman dari luar daerah ini memajang beragam jenis aksesori untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 76 tahun 2021, seperti bendera merah putih, umbul-umbul, dan lambang Garuda Pancasila. Ahmad Yani, pedagang musiman asal Tasikmalaya ini mengaku meski masih dalam masa pandemi Covid-19, dia tetap menjajakan berbagai jenis bendera. Dia tidak sendiri, melainkan bersama dengan beberapa teman satu daerahnya yang menjajakan dagangan serupa.

“Saya dari Tasik berangkat bareng ada 6 orang, kami jualan terpisah dan sudah mulai jualan di Banjarnegara sejak tanggal 27 Juli,” katanya.

Dia mengaku sudah lima tahun ini berjualan bendera dan atribut lainnya di wilayah Banjarnegara. Dia mengaku hanya menjual bendera saat jelang hari kemerdekaan RI, sementara di luar itu dirinya hanya sebagai pekerja serabutan.

“Kalau selama pandemi ini memang berbeda dengan sebelum pandemi, dua tahun lalu dalam satu hari, kami bisa mendapatkan Rp 2 sampai Rp 4 juta dalam sehari. Namun tahun 2020 kemarin rata-rata sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 2 juta sehari,” katanya.

Ahmad Yani mengaku menjual beragam jenis bendera, mulai bendera ukuran kecil hingga yang besar dengan harga mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 250 ribu, tergantung ukuran bendera.

“Biasanya, mulai ramai itu kalau sudah mendekati tanggal 17 Agustus, banyak juga instansi atau lembaga perusahaan yang pesan bendera maupun umbul-umbul. Ada juga kolektif dari RT atau RW untuk menghias kampunynya, mulai dari bendera kecil, sampai umbul-umbul,” katanya.

Dikatakannya, penjualan bendera mulai sepi kalau sudah masuk tanggal 16 Agustus, apalagi saat ini tidak ada karnaval, tentu saja akan berpengaruh pada penjualan bendera ukuran kecil.

“Kalau sekarang sehari paling 5 sampai 8 pembeli, jadi pendapatannya tidak bisa diprediksi. Tidak adanya karnaval juga ikut mempengaruhi pendapatan kami,” ujarnya.

Pria yang sehari-harinya bekerja serabutan itu berharap supaya Indonesia bisa segera terbebas dari situasi Covid-19 dan ekonomi bisa semakin maju.

Berita Terkait

Berita Terkini