
SERAYUNEWS — Volume penumpang di Stasiun Kebumen terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan hingga Mei 2026, rata-rata jumlah penumpang yang berangkat dan datang mencapai 64.685 orang per bulan, menjadikan stasiun ini semakin penting sebagai pusat transportasi sekaligus gerbang wisata di Kabupaten Kebumen.
Stasiun Kebumen yang berada di Kecamatan Kebumen merupakan salah satu simpul utama transportasi kereta api di jalur selatan Pulau Jawa. Stasiun yang diresmikan pada 16 Juli 1887 tersebut awalnya dibangun untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi hasil bumi. Kini, perannya semakin strategis seiring meningkatnya kebutuhan transportasi masyarakat.
Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan Stasiun Kebumen saat ini telah berkembang menjadi stasiun besar kelas C yang melayani puluhan perjalanan kereta api setiap hari.
“Stasiun Kebumen saat ini melayani 79 perjalanan kereta api setiap hari yang menghubungkan pelanggan ke berbagai kota di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, hingga Ketapang,” katanya, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, hampir seluruh perjalanan kereta api jarak jauh yang melintas di jalur selatan Pulau Jawa berhenti di stasiun tersebut. Kondisi itu menjadikan Stasiun Kebumen sebagai salah satu titik transportasi paling strategis bagi masyarakat yang bepergian dari maupun menuju Kabupaten Kebumen.
Selain menjadi pusat mobilitas, keberadaan stasiun yang berlokasi dekat pusat pemerintahan daerah juga ikut mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Untuk memberikan layanan yang terjangkau, KAI juga menyediakan sejumlah kereta api bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO) yang berhenti di Stasiun Kebumen. Di antaranya KA Bengawan relasi Purwosari–Pasarsenen dengan tarif Rp70.000 hingga Rp74.000, KA Kutojaya Selatan menuju Bandung dengan tarif Rp58.000 hingga Rp62.000, serta KA Kahuripan yang melayani perjalanan hingga Kediri dan Blitar dengan tarif Rp80.000 hingga Rp84.000.
“Melalui layanan kereta api PSO, masyarakat memiliki akses transportasi yang ekonomis dan nyaman untuk perjalanan antarkota maupun lintas provinsi,” ujarnya.
Tak hanya menjadi simpul transportasi, Stasiun Kebumen juga berperan sebagai pintu masuk menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kebumen. Wisatawan dapat dengan mudah mengakses Pantai Menganti, Pantai Karangbolong dengan kawasan Sagara View, Goa Jatijajar, hingga Curug Silangit yang hanya berjarak sekitar 15 menit dari stasiun.
Dari sisi kinerja, pertumbuhan jumlah penumpang terus mengalami peningkatan. Pada 2023 rata-rata volume penumpang tercatat 46.750 orang per bulan. Angka tersebut naik menjadi 52.853 penumpang pada 2024, kemudian 56.323 penumpang pada 2025, dan mencapai 64.685 penumpang hingga Mei 2026.
Peningkatan ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, efisien, dan tepat waktu.
“KAI Daop 5 Purwokerto berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di Stasiun Kebumen, baik dari sisi fasilitas, keselamatan, maupun kenyamanan. Kami berharap kehadiran stasiun ini dapat semakin mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pariwisata di Kabupaten Kebumen dan sekitarnya,” kata dia.