
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Perlindungan anak di era digital menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Melalui peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Banjarnegara bersama Forum Anak Banjarnegara (Forbara) menggelar kampanye edukatif bertajuk “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” di arena Car Free Day (CFD) Alun-alun Banjarnegara, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan yang diikuti puluhan anggota Forum Anak Banjarnegara di bawah kepemimpinan Udi Ananda tersebut mengangkat isu perlindungan anak dari berbagai ancaman di ruang digital, mulai dari penyalahgunaan data pribadi, perundungan siber (cyberbullying), hingga dampak buruk penggunaan gawai secara berlebihan.
Kepala Dinsos PPPA Kabupaten Banjarnegara, Riatmojo Ponco Nugroho mengatakan perkembangan teknologi membawa manfaat besar, tetapi juga menghadirkan tantangan baru bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, dan penyelenggara sistem elektronik.
Menurutnya, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau yang dikenal dengan PP TUNAS (Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak) sebagai dasar hukum untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak.
“PP TUNAS merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada anak di era digital. Seluruh penyelenggara sistem elektronik memiliki tanggung jawab menciptakan ruang digital yang aman sehingga anak-anak terlindungi dari berbagai risiko, termasuk eksploitasi data pribadi dan dampak negatif teknologi,” ujar Ponco.
Selain membahas regulasi, talkshow juga menghadirkan psikolog klinis Gones Saptowati yang memberikan edukasi kepada para orang tua mengenai pentingnya pendampingan anak dalam menggunakan perangkat digital.
Ia mengingatkan agar gawai tidak dijadikan sebagai “pengasuh” anak, terutama pada usia balita. Menurutnya, penggunaan gawai secara berlebihan dapat menghambat perkembangan kemampuan berbicara, menurunkan kualitas interaksi sosial, mengganggu pola tidur, mengurangi konsentrasi belajar, hingga memicu ketergantungan terhadap konten digital.
“Anak-anak membutuhkan interaksi langsung dengan orang tua melalui komunikasi, bermain, dan stimulasi nyata. Jika terlalu dini bergantung pada gawai, perkembangan bahasa, sosial, hingga emosional dapat terganggu. Selain itu, paparan layar dalam waktu lama juga berisiko terhadap kesehatan mata anak,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinsos PPPA Banjarnegara, Sri Wahyuni mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi kampanye pencegahan kekerasan terhadap anak, khususnya kekerasan yang terjadi di ruang digital.
Ia menilai kasus cyberbullying perlu menjadi perhatian bersama karena dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis anak, mulai dari menurunnya rasa percaya diri, terganggunya kesehatan mental, hingga memengaruhi prestasi belajar.
Untuk memperkuat perlindungan anak, pemerintah juga terus mengembangkan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) sebagai upaya menghadirkan lingkungan yang aman, baik di ruang publik maupun ruang digital.
“Melalui Gernas RANA, kami ingin memastikan anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, sehat, dan mendukung perkembangan mereka secara optimal,” kata Sri Wahyuni.
Rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Banjarnegara juga diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif. Sesi kedua menghadirkan narasumber dari Forum Anak Banjarnegara serta Ikatan Kakang Mbekayu Banjarnegara (Ikamura). Acara semakin semarak dengan penampilan drama dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), pembacaan Suara Anak Banjarnegara, pertunjukan vokal dari Little Harmony Band, hingga penampilan tari.
Melalui kegiatan tersebut, Dinsos PPPA Banjarnegara berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan anak semakin meningkat, sehingga anak-anak dapat tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.