
SERAYUNEWS, BANYUMAS – Dampak musim kemarau yang dipicu fenomena El Nino mulai terasa signifikan di Kabupaten Banyumas. Kekeringan kini meluas hingga mengancam belasan desa, disertai maraknya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Dwi Irawan Sukma, menjelaskan bahwa kemarau tahun 2026 diprakirakan berlangsung lebih panjang dengan suhu udara yang jauh lebih panas dari biasanya.
“Kita terus memantau perkembangan kondisinya, dan dimungkinkan masih akan terus bertambah permintaan bantuan air bersih,” kata Dwi Irawan, Minggu (02/08/2026).
Berdasarkan data pemetaan BPBD dari pengalaman kemarau panjang pada 2023 lalu, terdapat potensi kekeringan di 81 desa yang tersebar di 19 kecamatan. Konsentrasi wilayah paling rawan berada di kawasan selatan Banyumas.
Hingga Sabtu (01/08/2026), kekeringan telah berdampak nyata di 27 desa/kelurahan yang tersebar di 13 kecamatan. Krisis air bersih ini memengaruhi 7 titik fasilitas umum serta 6.416 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 20.835 jiwa.
Guna meringankan beban warga, BPBD Banyumas merespons cepat dengan mendistribusikan 138 ritase bantuan air bersih (total 665 ribu liter) ke berbagai lokasi terdampak.
Kecamatan Karanglewas: Desa Tamansari, Pasir Lor, dan Kediri. Kecamatan Cilongok: Desa Rancamaya, Panusupan, Sudimara, dan Cipete. Kecamatan Sumpiuh: Desa Nusadadi, Karanggedang, Selandaka, dan Kemiri. Kecamatan Kemranjen: Desa Kedungpring dan Karangsalam.
Kecamatan Purwokerto Timur: Kelurahan Sokanegara. Kecamatan Jatilawang: Desa Karanglewas. Kecamatan Patikraja: Desa Kedungwuluh Lor dan Karanganyar. Kecamatan Tambak: Desa Buniayu. Kecamatan Ajibarang: Desa Sawangan dan Jingkang. Kecamatan Somagede: Desa Tanggeran dan Kemawi. Kecamatan Purwojati: Desa Gerduren.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kemarau tahun ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir tahun, bahkan berpotensi berlanjut sampai awal tahun 2027, dengan puncak kemarau terjadi pada bulan Agustus.
“Diprediksi sampai akhir tahun masih kemarau, nanti ada hujan tapi hanya sedikit,” ujarnya.
Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Banyumas mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan menghemat penggunaan air bersih. Warga juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan, seperti membakar sampah di area terbuka atau membuang puntung rokok sembarangan.