Sabtu, 2 Juli 2022

Penyaluran KUR untuk UMKM di Jateng Terbesar se Indonesia


Otoritas Jasa Keuangan mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Jawa Tengah sebagai yang terbesar se-Indonesia.


Semarang, serayunews.com

Kepala OJK Regional 3 Jateng-DIY, Aman Santosa mengatakan di Jateng ini capaian kredit UMKM melebihi capaian permintaan nasional. Bahkan capaian itu sudah diraih Jateng sejak tahun 2016.

“Kita bersyukur itu ya. Contoh misalnya, UMKM di Jawa Tengah ini persentasenya sudah mencapai dari kredit UMKM mencapai 45 persen. Ini lebih tinggi daripada permintaan Presiden yaitu 35 persen. Di Jateng sudah mencapai 45 persen lebih,” kata Aman usai mendampingi Gubernur Ganjar Pranowo di Rapat Koordinasi Daerah dan Pleno TPKAD Se-Jawa Tengah di kantor Otoritas Jasa Keuangan Regional 3 Jateng-DIY, di Kota Semarang, Selasa (22/3/2022).

Baca juga  Pemotor Bersandal Jepit Bakal Ditilang, Ini Penjelasan Kasat Lantas Polres Purbalingga

Menurutnya, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah tahun 2021 totalnya mencapai Rp 42 triliun. Jumlah itu merupakan yang tertinggi secara nasional. Dengan porsinya mencapai 18 persen.

“Ini merupakan gambaran bahwa sudah cukup baik dalam melaksanan akses keuangan bagi masyarakat, cuman memang kita harus evaluasi, jangan-jangan masih ada ruang-ruang yang bisa diperbaiki untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.

Mengingat saat ini, masih banyak orang yang mengadu belum dapat KUR, atau belum dapat kredit. Sehingga dari mereka ada yang terpaksa lari ke pinjaman online (pinjol) atau ke rentenir dan sejenisnya.

Baca juga  Ribuan Petani Syukuran di Batang Bersama Jokowi dan Ganjar

Di 2022 ini, pihaknya akan mengevaluasi dan membuat program baru supaya keluhan keluhan masyarakat atau kesenjangan (gap) bisa diperbaiki secara perlahan.

“Karena kita sudah tahu harus kemana bergerak. Program sudah bagus besarannya tetapi saya sadari ada beberapa ruang yang masih bisa diisi. Intinya ini, perbankan memang perlu lebih proaktif, lebih jemput bola agar masyarakat yang tidak terlayani, akan terlayani dengan baik,” terangnya.

Data OJK mencatat UMKM di Jateng ada sekitar 4 juta. Dari hasil survei mereka, pelaku UMKM mengalami kesulitan pada soal pemasaran. Selanjutnya, UMKM terkendala di pembiayaan. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya terus berikhtiar membantu UMKM mencari cara baru agar pascapandemi ini ekonomi bisa menggeliat.

Baca juga  Rakerwil AMSI Jateng, Sekda Sebut Media sebagai Penyeimbang Informasi

“Mereka yang kesulitan mencari kerja bisa menjadi entrepreneur. Sehingga masyarakat yang mempunyai usaha baru, mulai berkembang, mulai bagus agar usaha mereka bisa lebih gede. Lainnya bisa meniru enterpreneur juga. Karena kita masih kekurangan,” kata Ganjar.

Berita Terkait

Berita Terkini