
SERAYUNEWS – Pemerintah Kabupaten Banyumas mempercepat penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dengan strategi jemput bola.
Pendekatan ini dilakukan melalui verifikasi data langsung ke lapangan sekaligus intervensi pendidikan berbasis kebutuhan masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius pemerintah daerah untuk menekan angka ATS secara signifikan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Amrin Maruf, menegaskan bahwa pendekatan ini merupakan “strategi perang” menghadapi persoalan ATS.
“Permasalahan utama ATS itu jarak sekolah yang jauh dan kondisi ekonomi. Banyak anak membantu orang tua bekerja, jadi kita harus jemput bola. Guru atau tutor akan datang langsung untuk mengajar,” ujarnya, Jumat (10/04/2026).
Model pembelajaran pun dirancang fleksibel, mulai dari kelas jauh hingga sistem tutor yang mendatangi siswa langsung di lokasi mereka.
Pemkab Banyumas tidak hanya mengandalkan pendidikan formal. Peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dioptimalkan untuk menjangkau anak-anak dengan keterbatasan akses pendidikan.
Bahkan, program ini juga menyasar remaja hingga orang dewasa yang belum memiliki ijazah, termasuk warga binaan lembaga pemasyarakatan.
“Ini merupakan implementasi Trilas Program Bupati. Prinsipnya semua harus punya ijazah, minimal setara SMP atau SMA. Ini penting untuk masa depan mereka,” kata Amrin.
Di Kecamatan Tambak, dua lembaga telah ditunjuk menangani ratusan ATS, yakni PKBM setempat dan SMP PGRI.
Untuk memastikan program berjalan efektif, Pemkab Banyumas menggandeng berbagai pihak, termasuk aparat keamanan dan organisasi masyarakat.
Kolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia dilakukan untuk memperkuat pendataan dan pelaporan di lapangan.
Selain itu, kerja sama dengan Muhammadiyah juga diperluas guna memperkuat jaringan PKBM di berbagai wilayah.
Pemerintah menargetkan setiap kecamatan di Banyumas memiliki minimal satu PKBM. Saat ini, proses perizinan dan penguatan kelembagaan terus didorong.
Program ini akan dilaksanakan bertahap, dimulai dari wilayah yang telah menyelesaikan verifikasi data ATS hingga tingkat RT/RW.
Dengan pemetaan data yang detail dan pendekatan langsung ke masyarakat, Pemkab Banyumas optimistis angka ATS dapat ditekan secara signifikan.
“Ini kerja besar yang butuh dukungan semua pihak. Tapi kami optimistis, dengan strategi yang tepat, angka ATS di Banyumas bisa ditekan secara signifikan,” kata Amrin.