Semarang, serayunews.com
Area Manager Communication, Relations, & CSR Jawa Bagian Tengah Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho menyampaikan, ketahanan stok BBM di fuel terminal Jawa Tengah & DIY masih sampai 11 hari. Angka tersebut belum termasuk ketahanan stok di kilang dan kapal. Sehingga stok tersebut aman dan masyarakat tidak perlu khawatir.
Dalam ketahanan stok nasional, lanjut Brasto, ketahanan stok sudah termasuk stok di kilang, kapal, dan fuel terminal. Adapun ketahanan stok sampai dengan 11 hari, merupakan ketahanan stok di fuel terminal saja. Apabila dengan tambahan stok dikilang dan kapal, angkanya sekitar angka ketahanan stok nasional.
“Intinya stok BBM bersubsidi aman, berapapun permintaan SPBU, kita siap untuk suplay,” tegasnya, Sabtu (3/9/2022).
Sementara itu, dalam rilisnya, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan, sebagai badan usaha atau operator yang bertugas menyalurkan BBM bersubsidi, Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) terus memastikan ketersediaan stok Pertalite dan Solar, serta proses distribusinya ke SPBU berjalan dengan maksimal di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat.
Menurutnya, menjaga stok dan penyaluran pertalite dan solar menjadi sangat penting mengingat saat ini konsumsinya sekitar 85% dari total konsumsi BBM nasional.
“Jadi saat ini kondisinya adalah sebuah kombinasi, yakni meningkatnya rata-rata konsumsi harian masyarakat serta tingginya porsi konsumsi pertalite dan solar secara nasional. Kebutuhan yang sangat besar ini harus setara dengan ketersediaannya, dan Pertamina berkomitmen untuk terus memenuhi kebutuhan ini,” terangnya.
Irto mengatakan bahwa ketahanan stok pertalite dan solar berada di angka yang aman, pertalite di level 18 hari, solar di level 20 hari, dan terus produksi. Proses produksi mulai dari hilir hingga ketersediaan stok BBM di SPBU juga terus dimonitor melalui Pertamina Integrated Enterprise Data and Center Command (PIEDCC) secara real time.
“Melalui PIEDCC, Pertamina dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam memastikan ketersediaan stok BBM hingga di SPBU. Misal, stok di salah satu SPBU sudah menipis, kami bisa mengalihkan distribusi dan menjadikan SPBU itu sebagai prioritas, jadi masyarakat jangan khawatir dan kami imbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan,” katanya.
Irto mengimbau bahwa pertalite dan solar yang merupakan BBM bersubsidi ini dikonsumsi bagi masyarakat yang berhak. Karena itu, Pertamina Patra Niaga akan terus menggandeng masyarakat, pemerintah, dan seluruh pihak terkait dalam pengawasan pertalite maupun solar.
“Harapannya adalah pertalite dan solar benar-benar dinikmati masyarakat ekonomi rentan. Jika melihat adanya indikasi penyalahgunaan atau kecurangan, masyarakat dapat melaporkan langsung ke aparat yang berwenang,” jelasnya.
Untuk informasi terkait seluruh produk dan layanan Pertamina, masyarakat dapat langsung menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135.