
CILACAP, SERAYUNEWS – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap menegaskan komitmen mendorong petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) naik kelas melalui berbagai program pemberdayaan berbasis pertanian berkelanjutan.
Hal ini disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Agustiawan, dalam Forum Temu Usaha Petani dan UKM yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah di Hotel Azana Asia Cilacap, Senin malam (6/7).
Menurut Agustiawan, pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Cilacap. Namun, di balik potensinya, petani dan pelaku UKM masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses pasar, minimnya permodalan, hingga dampak perubahan iklim yang semakin tidak menentu.
“Pertamina meyakini, pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya dilakukan melalui bantuan sesaat. Yang dibutuhkan adalah penguatan kapasitas, pemanfaatan teknologi, akses pasar, dan kolaborasi yang mampu membuat petani dan UKM berkembang serta naik kelas secara berkelanjutan,” ujar Agustiawan.
Ia menjelaskan, selain tugas utama mendistribusikan BBM, LPG, avtur, dan petrokimia, Kilang Cilacap juga menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui Community Involvement and Development (CID).
Program ini menjadi instrumen strategis perusahaan dalam menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi, termasuk di sektor pertanian.
Salah satu implementasinya diwujudkan melalui Program Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN) di Desa Kalijaran, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap. Program ini dirancang sebagai kemitraan jangka panjang yang memberdayakan petani dan pelaku UKM pertanian melalui pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Melalui MAPAN, Pertamina menghadirkan berbagai inovasi, antara lain irigasi berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), irigasi berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH), inovasi alat penyemprot pestisida, budidaya hortikultura menggunakan raised bed dan irigasi tetes berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT), optimalisasi lingkungan melalui sistem integrasi pertanian, hingga sistem interkoneksi hulu-hilir pertanian.
Berbagai inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya, sekaligus memperkuat daya saing petani dan UKM lokal.
Agustiawan mengapresiasi forum Temu Usaha Petani dan UKM sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi berbasis pertanian.
“Forum seperti ini menjadi langkah penting membangun sinergi antarpemangku kepentingan. Kami berharap semakin banyak kolaborasi yang mampu mempercepat lahirnya petani dan UKM yang tangguh, mandiri, serta memiliki daya saing di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Forum Temu Usaha Petani dan UKM mempertemukan petani dan pelaku UKM dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Selain Agustiawan, kegiatan tersebut juga menghadirkan Kepala Bidang Kerja Sama Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Bayu Sasongko, serta General Manager Hotel Azana Asia Cilacap, Anselmus Arie, sebagai narasumber.
Bagi Pertamina, energi tidak berhenti pada distribusi BBM, LPG, avtur, dan petrokimia namun juga diwujudkan dalam upaya menggerakkan potensi masyarakat agar tumbuh lebih kuat, inovatif, dan berdaya saing.