
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Dua peserta Bentang Jawa 2026 harus mengakhiri perjalanan lebih awal atau DNF (Did Not Finish) pada hari kedua perlombaan, Senin (17/8/2026).
Keduanya berasal dari dua generasi berbeda, yakni Go Suhartono yang berusia 76 tahun sebagai peserta tertua dan Muhammad Gusti Hibatullah yang baru berusia 16 tahun sebagai peserta termuda.
Bentang Jawa 2026 merupakan ajang unsupported ultra-cycling yang mengharuskan peserta menempuh rute dari Carita, Banten, menuju Banyuwangi, Jawa Timur.
Perlombaan tahun ini dimulai pada Minggu (16/8/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu (22/8/2026).
1. Go Suhartono, Peserta Tertua
Go Suhartono menjadi salah satu peserta yang mendapat perhatian dalam Bentang Jawa 2026.
Di usia 76 tahun, pesepeda asal Surabaya yang akrab disapa Ko Hai tersebut tercatat sebagai peserta tertua.
Ko Hai bukan nama baru di dunia ultra-cycling. Ia sebelumnya pernah mengikuti sejumlah ajang yang diselenggarakan Mainsepeda, termasuk East Java Journey (EJJ) 2024 kategori 1.500 kilometer.
Dalam ajang tersebut, ia berhasil menyelesaikan perjalanan dengan waktu 156 jam.
Namun, perjuangannya di Bentang Jawa 2026 harus berakhir setelah mengalami kecelakaan di jalur gravel Ciracap, Kabupaten Sukabumi, pada Senin pagi.
Kecelakaan terjadi ketika Ko Hai melewati turunan yang dipenuhi kerikil dan lubang.
Ban depan sepedanya tergelincir setelah mengenai batu hingga membuatnya terjatuh. Dalam insiden tersebut, lutut kirinya terbentur.
Meski sempat berusaha melanjutkan perjalanan, rasa sakit yang dirasakan akhirnya membuat Ko Hai memilih untuk berhenti.
Ia bahkan masih mampu melanjutkan perjalanan hingga sekitar kilometer 363.
Namun, sekitar pukul 16.30 WIB, Ko Hai bersama pasangannya, Vindranori Djiwananggoro, memutuskan untuk mundur sebelum mencapai Checkpoint 1 (CP1) di Rancabuaya.
Peserta lainnya yang terkonfirmasi DNF adalah Muhammad Gusti Hibatullah. Pesepeda berusia 16 tahun ini tercatat sebagai peserta termuda dalam Bentang Jawa 2026.
Jika Ko Hai harus mengakhiri perjalanan karena cedera, Gusti mengalami masalah berbeda.
Perjalanannya terhenti setelah sepeda yang digunakannya mengalami kerusakan parah akibat dua kali kecelakaan.
Kecelakaan pertama terjadi sekitar kilometer 48 setelah Gusti melewati sebuah lubang di jalan.
Insiden tersebut menyebabkan luka pada bagian lutut. Meski demikian, ia masih berusaha melanjutkan perjalanan.
Kecelakaan kedua terjadi sekitar kilometer 204, tepatnya di turunan Cikotok sebelum tanjakan akhir.
Perbedaan ketinggian permukaan aspal membuat sepeda Gusti melayang. Ia kemudian terpelanting dan sempat kehilangan kesadaran akibat insiden tersebut.
Kerusakan sepeda yang cukup parah akhirnya membuat perjalanan Gusti di Bentang Jawa 2026 harus berakhir lebih awal.
Dengan demikian, berdasarkan laporan hari kedua Bentang Jawa 2026, terdapat dua peserta yang terkonfirmasi DNF.
Go Suhartono (76 tahun)
Peserta tertua Bentang Jawa 2026. Ia mengakhiri perjalanan setelah mengalami cedera lutut akibat terjatuh di jalur gravel Ciracap.
Muhammad Gusti Hibatullah (16 tahun)
Peserta termuda Bentang Jawa 2026. Ia harus berhenti setelah mengalami dua kali kecelakaan yang menyebabkan sepeda mengalami kerusakan parah.
Status DNF tersebut belum dapat disebut sebagai daftar akhir peserta yang gagal finis. Pasalnya, Bentang Jawa 2026 masih berlangsung hingga Sabtu (22/8/2026).
Berdasarkan jadwal resmi penyelenggara, peserta memulai perjalanan pada Minggu (16/8/2026) pukul 05.30 WIB.
Sementara itu, batas akhir finis ditetapkan pada Sabtu (22/8/2026) pukul 17.30 WIB.
Pemantauan melalui RaceMap juga masih menunjukkan sejumlah peserta bergerak di sepanjang lintasan.
Artinya, jumlah peserta yang nantinya berstatus DNF masih berpotensi bertambah hingga perlombaan benar-benar berakhir. (Yoga Adi Kusuma)***