
SERAYUNEWS- Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan terbaik pada pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026.
Salah satu bukti nyata terlihat saat panitia UTBK sigap menangani peserta yang mengalami gangguan kesehatan di tengah ujian, Senin (27/4/2026).
Peristiwa tersebut terjadi di Laboratorium Riset Unsoed, ketika seorang calon mahasiswa tiba-tiba mengalami kondisi sakit saat ujian sedang berlangsung.
Situasi ini langsung direspons cepat oleh panitia dengan melakukan koordinasi internal guna memastikan peserta tetap mendapatkan penanganan yang tepat tanpa mengorbankan haknya untuk mengikuti ujian.
Panitia UTBK Unsoed bergerak terstruktur dan terukur. Mereka tidak hanya fokus pada kelangsungan ujian, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan peserta menjadi prioritas utama.
Dalam penanganan tersebut, Unsoed telah menyiapkan sistem terpadu yang melibatkan tenaga medis profesional. Tim kesehatan yang telah disiagakan sejak awal pelaksanaan UTBK langsung memberikan pertolongan kepada peserta.
Langkah ini menunjukkan bahwa Unsoed tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga sangat memperhatikan faktor keselamatan dan kenyamanan peserta ujian.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed, Prof. Noor Farid dalam keterangannya menegaskan bahwa kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari standar operasional pelaksanaan UTBK di kampus tersebut.
“Pusat UTBK 351 Unsoed telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi kondisi darurat, termasuk peserta yang mengalami gangguan kesehatan saat ujian berlangsung,” ujarnya dalam keterangan Selasa (28/4/2026).
Sebagai bentuk respons cepat, panitia menyediakan ruang ujian khusus bagi peserta yang sakit. Ruangan ini dilengkapi dengan fasilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta, sehingga mereka tetap dapat melanjutkan ujian dengan kondisi yang lebih nyaman.
Meski demikian, standar pelaksanaan UTBK tetap dijaga ketat. Fasilitas yang diberikan tetap memenuhi ketentuan minimal yang telah ditetapkan, sehingga tidak mengganggu integritas ujian.
“Peserta akan ditempatkan di ruang khusus dengan fasilitas memadai. Selain itu, mereka juga dipantau langsung oleh dokter jaga untuk memastikan kondisinya tetap stabil selama ujian berlangsung,” jelas Noor Farid.
Tidak hanya menyediakan tenaga medis dan ruang khusus, Unsoed juga menyiapkan ambulans sebagai langkah antisipasi jika peserta membutuhkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.
Kehadiran ambulans ini menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko yang telah dirancang sebelumnya oleh panitia UTBK. Dengan demikian, setiap kemungkinan terburuk dapat diantisipasi secara cepat dan tepat.
Langkah ini memperlihatkan keseriusan Unsoed dalam memastikan seluruh peserta UTBK berada dalam kondisi aman selama mengikuti ujian.
Meskipun memberikan perlakuan khusus kepada peserta yang sakit, Unsoed memastikan bahwa pelaksanaan UTBK tetap berjalan sesuai standar nasional. Ruang ujian khusus tetap diawasi dan mengikuti prosedur yang berlaku, sehingga tidak mengurangi kualitas dan kredibilitas hasil ujian.
Hal ini penting untuk menjaga keadilan bagi seluruh peserta UTBK, sekaligus memastikan proses seleksi masuk perguruan tinggi berlangsung secara objektif dan transparan.
Langkah cepat dan tanggap yang dilakukan Unsoed menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam memberikan pelayanan prima kepada seluruh peserta. Tidak hanya fokus pada aspek akademik, Unsoed juga mengedepankan nilai kemanusiaan dan inklusivitas.
Dengan memberikan perhatian khusus kepada peserta yang mengalami kendala kesehatan, Unsoed memastikan bahwa setiap individu tetap memiliki kesempatan yang sama untuk meraih hasil terbaik.
Upaya ini juga sejalan dengan dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek kesehatan yang baik (SDG 3) dan pendidikan berkualitas (SDG 4).
Secara keseluruhan, pelaksanaan UTBK di Unsoed berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kesiapan panitia, fasilitas yang memadai, serta dukungan tenaga medis menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran ujian.
Insiden peserta sakit yang berhasil ditangani dengan cepat justru memperkuat citra Unsoed sebagai institusi pendidikan yang responsif dan profesional.
Dengan berbagai langkah antisipatif yang telah disiapkan, Unsoed optimistis seluruh rangkaian UTBK 2026 dapat berjalan lancar, sekaligus memberikan pengalaman ujian yang aman, nyaman, dan adil bagi seluruh peserta.