
SERAYUNEWS – PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica terus memperkuat komitmennya dalam pelestarian lingkungan dan pengendalian perubahan iklim.
Sepanjang 2026, perusahaan telah menanam lebih dari 20.000 pohon di berbagai kawasan konservasi dan daerah aliran sungai sebagai bagian dari program keberlanjutan dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Komitmen tersebut kembali ditegaskan saat PLN Indonesia Power UBP Mrica berpartisipasi dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Pantai Tirang, Kota Semarang, bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, PT PLN (Persero), serta berbagai pemangku kepentingan.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengusung tema internasional “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future” yang ditetapkan oleh United Nations Environment Programme (UNEP), serta tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim” yang diangkat oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Tema tersebut menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi ancaman di masa depan, melainkan tantangan nyata yang saat ini telah dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.
Kenaikan suhu global, cuaca ekstrem, abrasi pantai, kenaikan muka air laut, hingga kerusakan ekosistem menjadi isu yang membutuhkan kolaborasi dan aksi konkret dari berbagai pihak.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selama beberapa tahun terakhir terus mendorong berbagai program strategis untuk meningkatkan ketahanan lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim.
Sejumlah program yang dijalankan antara lain pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), Gerakan Jateng ASRI, hingga program rehabilitasi pesisir Mageri Segoro.
Program Mageri Segoro menjadi salah satu program unggulan karena berhasil menghasilkan penanaman sekitar 1,9 juta pohon mangrove di kawasan pesisir Jawa Tengah melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa keberhasilan rehabilitasi lingkungan tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga keberhasilan dalam merawat dan menjaga keberlanjutannya.
“Mageri Segoro bukan sekadar simbol atau seremoni penanaman pohon. Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama merawatnya hingga tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat,” kata Ahmad Luthfi.
Menurutnya, wilayah pesisir Jawa Tengah menjadi kawasan yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena rentan terhadap abrasi dan dampak kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim.
Sebagai unit pembangkit listrik tenaga air, PLN Indonesia Power UBP Mrica menempatkan konservasi lingkungan sebagai bagian penting dari strategi operasional perusahaan.
Berbagai program yang dijalankan berfokus pada perlindungan daerah tangkapan air, rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS), penguatan tutupan vegetasi, serta pelestarian ekosistem yang mendukung keberlanjutan sumber daya air.
Sepanjang tahun 2026, lebih dari 20.000 pohon telah ditanam di sejumlah lokasi konservasi sebagai upaya menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan ekosistem.
Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, kelompok masyarakat, komunitas lingkungan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Mrica, Wasis Jati Waskito, mengatakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui berbagai program konservasi dan rehabilitasi yang kami jalankan, PLN Indonesia Power UBP Mrica berkomitmen memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pengendalian perubahan iklim,” ujarnya.
Menurut Wasis, keberhasilan menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat agar dampak positif yang dihasilkan semakin luas.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi bagian penting dalam strategi keberlanjutan perusahaan.
Kegiatan di Pantai Tirang menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan Jawa Tengah yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan.
Melalui program konservasi yang dilaksanakan secara konsisten, PLN Indonesia Power UBP Mrica berharap dapat terus mendukung target pembangunan berkelanjutan, memperkuat ketahanan lingkungan terhadap perubahan iklim, serta mendorong transisi energi menuju masa depan yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Komitmen tersebut menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan strategi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang.