Senin, 23 Mei 2022

Polda Jateng Tetapkan HS Sebagai Tersangka Tindak Pidana Perusakan Ruko Kebondalem

Pengacara PT GCG, Agoes Djatmiko menunjukan surat pemberitahuan penetapan tersangka atas tindak pidana pengrusakan ruko Kebondalem. (Hermiana Effendi)

Setelah tertunda cukup lama, kasus perusakan ruko milik Pemkab Banyumas di kawasan Kebondalem, Purwokerto yang berada di bawah pengelolaan PT Graha Cipta Guna (GCG) akhirnya menemui titik terang. Polda Jawa Tengah (Jateng) menetapkan HS, selaku penyewa ruko sebagai tersangka dugaan perusakan dan atau pencurian isi ruko Kebondalem.


Purwokerto, serayunews.com

Dari surat pemberitahuan Polda Jateng yang dikirimkan kepada pelapor, Prapto Prayitno selaku penanggung jawab proyek PT GCG, HS ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat nomor B/4932/RES.1.10/2021/Reskrimum. Penetapan tersangka tersebut merujuk pada Pasal 109 ayat (1) KUHP, Undang-Undang nomor 2 tantang Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta laporan polisi nomor LP/B/325/VIII/2018/Jateng/Res BMS tertanggal 13 Agustus 2018, juga surat perintah penyidikan nomor : Sp.Sidik/223.b/I/2021/Ditreskrimum, tanggal 25 Januari 2021 dan surat perintah dimulainya penyidikan nomor:B/33/III/RES.1.10/2020/Reskrimum, tanggal 18 Maret 2020.

Baca juga  Ini Beberapa Titik di Cilacap yang Diprediksi Dipadati Arus Mudik

“Pelapor mendapat surat yang isinya pemberitahuan bahwa saksi atas nama HS  alias SP statusnya ditingkatkan dari saksi menjadi tersangka atas kasus dugaan perusakan dan atau pencurian isi ruko Kebondalem,” kata pengacara PT GCG, Agoes Djatmiko, Kamis (20/5).

Lebih lanjut Agoes menjelaskan, penetapan tersangka tersebut membuktikan bahwa ditemukan adanya unsur pidana dalam laporan peristiwa perusakan dan pencurian isi ruko Kebondalem. Selaku pelapor, pihaknya juga membutuhkan kepastian terkait keberlanjutan kasus tersebut, karena yang dirusak merupakan aset milik pemkab.

“Kita hanya melaporkan peristiwa perusakan saja dan laporan itu sudah tiga tahun lalu, awalnya ke Polres Banyumas, kemudian sekarang ditangani Polda Jateng. Dengan adanya penetapan tersangka, kita sangat berterima kasih dan mengapresiasi kinerja Polda Jateng, karena hal tersebut tentu sudah melalui proses pembuktian dan unsur-unsur pidana sudah terpenuhi, sehingga sampai pada tahapan penetapan tersangka,” jelasnya.

Baca juga  Bangun Literasi Masyarakat Melalui Perpustakaan Desa

Peristiwa perusakan ruko Kebondalem tersebut berawal ketika pihak penyewa harus menyerahkan kunci ruko yang disewanya, sebelum pelaksanaan eksekusi. Awalnya, pihak penyewa sudah berjanji akan menyerahkan kunci ruko secara baik-baik. Bahkan perjanjian tersebut dilakukan secara tertulis, bermaterai dan diketahui oleh panitera Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto, Kapolsek Purwokerto Timur, Danramil serta lurah setempat.

Dalam surat perjanjian tersebut, pihak penyewa meminta waktu satu minggu untuk mengambil barang-barang miliknya, setelah kosong baru kunci ruko diserahkan kepada pengelola. Namun, sampai dengan batas waktu yang ditentukan, pihak penyewa tidak juga memberikan kunci ruko. Perwakilan PT GCG kemudian datang ke ruko dan menjumpai ruko dalam keadaan rusak parah. Pintu utama ruko sudah tidak ada, sehingga ruko dalam kondisi terbuka, seluruh kusen pintu dan jendela juga sudah tidak ada, dilepas dengan cara merusak dinding dan hampir seluruh bagian dinding serta lantai dirusak dan nyaris hancur.

Baca juga  Pembobol Gudang Rongsok di Banyumas Dibekuk Polisi, Ini Target Curiannya

Mengingat bangunan ruko tersebut adalah milik Pemkab Banyumas dan selaku pengelola, PT GCG bertanggung jawab untuk menjaga dan memelihara bangunan, maka kerusakan tersebut dilaporkan ke pihak berwajib.

Terpisah, saat dikonfirmasi pengacara pihak terlapor, Yosep Warela menolak untuk memberikan pernyataan.

“Tanyakan ke penyidik Polda Jateng saja,” katanya melalui pesan singkat.

Berita Terkait

Berita Terkini