
SERAYUNEWS — Kabar soal ketersediaan dan harga Minyakita di pasaran menjadi perhatian serius aparat dan pemerintah daerah. Untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan maupun penyimpangan distribusi, Satreskrim Polresta Banyumas bersama sejumlah instansi terkait turun langsung melakukan pengecekan di sejumlah pasar dan gudang distribusi, Rabu (3/6/2026).
Pengecekan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut menyasar sejumlah lokasi strategis, mulai dari Kompleks Pasar Wage, Purwokerto Timur, hingga Pasar Larangan di Kecamatan Kembaran. Tim juga melakukan inspeksi ke sejumlah gudang distribusi yang berada di Klahang Sokaraja, Kembaran, dan Kecamatan Sumbang.
Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus P. Silalahi, SH, SIK, MH, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi Minyakita berjalan sesuai ketentuan dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan dengan cara melanggar aturan.
“Kegiatan ini bertujuan memastikan distribusi Minyakita berjalan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu. Pengawasan ini penting untuk menjamin ketersediaan stok di lapangan, menjaga stabilitas harga, serta mencegah adanya praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat,” ujarnya.
Pengecekan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP), Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), Dinas Pertanian, serta Bulog.
Hasilnya, tim tidak menemukan adanya pelanggaran di lapangan. Perwakilan DKPP menyebut stok Minyakita di wilayah Banyumas masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Stok Minyakita di wilayah Banyumas terpantau dalam kondisi aman, dengan jumlah yang masih mencukupi kebutuhan pasar,” katanya.
Selain stok yang terjaga, harga jual Minyakita di tingkat pengecer juga masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Kondisi tersebut menunjukkan distribusi berjalan stabil tanpa adanya lonjakan harga yang signifikan.
Seorang pedagang di Pasar Wage mengaku pasokan Minyakita hingga saat ini masih lancar. “Barangnya masih ada, distribusi juga normal. Pembeli juga tidak kesulitan mencari,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan pengelola salah satu gudang distribusi yang memastikan stok cadangan masih tersedia dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu dekat.
Meski hasil pengecekan menunjukkan kondisi aman, Polresta Banyumas memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan distribusi maupun praktik penimbunan.
“Monitoring akan terus kami lakukan untuk memastikan tidak ada celah penyimpangan di lapangan,” ujar Kombes Pol Petrus P. Silalahi.