
SERAYUNEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat posisinya sebagai pusat investasi energi baru terbarukan (EBT).
Di tengah kebutuhan listrik yang meningkat dan dorongan transisi energi bersih, potensi listrik di wilayah ini diperkirakan mencapai 13 gigawatt.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menyebut realisasi investasi sektor energi terbarukan pada periode 2024–2025 mencapai Rp7,1 triliun.
“Pada 2024 investasi didominasi tahap konstruksi dengan nilai Rp5,4 triliun, sedangkan 2025 sebesar Rp1,4 triliun karena sebagian proyek mulai masuk fase operasional,” katanya.
Sejumlah proyek strategis mulai berjalan, termasuk pabrik perakitan kendaraan listrik di Kabupaten Magelang yang diresmikan oleh Prabowo Subianto pada awal April 2026.
Selain itu, pengembangan industri energi hijau juga berlangsung di Kabupaten Batang melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis dan Kabupaten Kendal dengan proyek serupa.
Fasilitas ini mencakup produksi sel surya, baterai, hingga kendaraan listrik seperti bus, truk, dan forklift.
Pemprov Jawa Tengah memetakan potensi EBT di 35 kabupaten/kota dan mengemasnya dalam skema Investment Project Ready to Offer (IPRO).
Promosi investasi dilakukan melalui forum seperti Central Java Investment Business Forum (CJIBF) untuk menarik minat investor global.
Analis dari Institute for Essential Services Reform, Zakki Muwafiq, menilai ada tiga sektor paling potensial di Jawa Tengah:
“Potensi terbesar berasal dari pembangkit listrik tenaga surya yang tersebar di berbagai daerah dengan kapasitas mencapai 13 gigawatt,” ujarnya.
Data PLN melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) menunjukkan konsumsi listrik di Jawa Tengah tumbuh rata-rata 4,5 persen dalam satu dekade terakhir, bahkan mencapai 5,3 persen dalam empat tahun terakhir.
Peningkatan kebutuhan listrik menjadi momentum strategis untuk mempercepat pengembangan energi bersih.
Selain memperkuat ketahanan energi, langkah ini juga meningkatkan daya saing Jawa Tengah sebagai destinasi utama investasi hijau di Indonesia.