
SERAYUNEWS– Laga panas bakal tersaji di pekan ke-19 BRI Super League 2025/26, saat Persebaya Surabaya menjamu Dewa United Banten FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (1/2/2026) pukul 19.00 WIB malam ini.
Pertandingan ini bukan sekadar duel papan atas, tetapi juga sarat narasi emosional, ambisi, dan pembuktian. Sorotan tajam tertuju pada sosok Risto Mitrevski.
Bek senior Persebaya itu bakal menghadapi mantan klubnya, Dewa United, dalam duel yang berpotensi memutus tren negatif Green Force yang hampir tiga musim gagal menang atas Banten Warriors.
Risto Mitrevski mengakui laga kontra Dewa United memiliki makna tersendiri baginya. Pemain asal Makedonia Utara itu menyebut mantan timnya sebagai salah satu skuad terbaik di liga, namun tetap menegaskan komitmennya untuk Persebaya.
“Ini pertandingan yang spesial karena melawan tim yang kuat. Mereka punya skuad yang sangat bagus,” ujar Risto dalam keterangannya di laman resmi I-League.
Meski demikian, bek berusia 34 tahun itu menolak larut dalam romantisme masa lalu. Profesionalisme tetap menjadi prinsip utamanya.
“Sekarang saya pemain Persebaya. Saya akan memberikan 100 persen untuk membantu tim memenangkan pertandingan ini,” tegasnya.
Momentum positif Persebaya menjadi modal penting. Dukungan penuh Bonek di GBT diharapkan mampu mendorong Bajul Ijo meruntuhkan rekor buruk atas Dewa United, termasuk kekalahan telak 0-3 di kandang sendiri pada musim 2024/2025 lalu.
Secara head to head, Dewa United masih menjadi momok bagi Persebaya. Kemenangan terakhir Green Force atas Banten Warriors tercatat pada 2023. Sejak saat itu, Dewa United kerap tampil dominan, baik di kandang maupun tandang.
Namun, kehadiran Risto Mitrevski dinilai krusial. Pengalaman dan pemahamannya terhadap karakter permainan Dewa United memberi nilai strategis bagi lini belakang Persebaya, terutama dalam membaca pola serangan lawan.
Di kubu tamu, gelandang asal Argentina Alexis Messidoro menatap laga ini dengan penuh optimisme. Ia menyebut duel kontra Persebaya akan berjalan sulit, namun menarik.
“Menurut saya ini akan menjadi pertandingan yang menarik. Kedua tim akan menghadapi laga yang sulit,” kata Messidoro.
Meski bermain di kandang lawan dengan atmosfer besar, Dewa United tidak datang untuk bertahan. Messidoro menegaskan timnya membawa identitas permainan yang jelas ke Surabaya.
“Kami datang dengan ide bermain Dewa United. Kami ingin menunjukkan hasil latihan dan cara kami bermain,” lanjut pemain bernomor punggung 28 tersebut.
Target pun tak main-main. Banten Warriors membidik poin penuh dari Kota Pahlawan. “Harapannya kami bisa membawa pulang tiga poin dari Surabaya,” tutupnya.
Pelatih kepala Dewa United, Jan Olde Riekerink, mengakui kekuatan Persebaya yang tengah berada dalam performa impresif. Ia menyoroti catatan tak terkalahkan Bajul Ijo dalam beberapa laga terakhir.
“Persebaya sedang berada dalam momen yang sangat bagus. Mereka tidak terkalahkan dan dalam empat pertandingan terakhir selalu menang,” ujar Jan Olde.
Meski demikian, pelatih berlisensi UEFA Pro itu tetap percaya pada proses yang sedang dibangun Dewa United dalam tiga tahun terakhir.
“Kami tahu siapa diri kami. Kami terus berkembang dan bermain lebih baik dibandingkan awal kami memulai proyek ini,” jelasnya.
Jan juga menegaskan pentingnya konsistensi dalam membangun identitas permainan, meski membutuhkan waktu dan kesabaran.
Persebaya kini berada di peringkat keenam klasemen dengan 31 poin dari 18 pertandingan. Kemenangan akan membuka peluang Bajul Ijo naik ke lima besar, tergantung hasil laga tim-tim di atasnya.
Namun, Dewa United bukan lawan mudah. Klub asal Banten tersebut menempati posisi ke-10 dengan 23 poin dari 18 laga dan masih berambisi memperbaiki posisi di papan tengah.
Dengan performa kandang yang solid, dukungan penuh suporter, serta motivasi memutus kutukan, Persebaya Surabaya sedikit lebih diunggulkan. Namun, Dewa United tetap berbahaya dengan permainan kolektif dan pengalaman menghadapi laga besar.
Prediksi skor akhir:
Persebaya Surabaya 2–1 Dewa United Banten FC
Alternatif hasil realistis:
Imbang 1–1 jika Dewa United mampu mengontrol tempo
Persebaya menang 1–0 lewat gol di babak kedua
Laga diprediksi berlangsung ketat, penuh duel fisik, dan ditentukan oleh efektivitas penyelesaian akhir.