
SERAYUNEWS– PSIM Yogyakarta memastikan diri datang ke Samarinda dengan tekad penuh saat menghadapi Borneo FC Samarinda pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/26, Minggu (1/2/2026) sore.
Duel panas ini akan berlangsung di Stadion Segiri dengan kickoff pukul 15.30 WIB. Kapten PSIM Yogyakarta, Reva Adi Utama, menegaskan bahwa timnya telah melakukan evaluasi menyeluruh usai kekalahan telak 0-3 dari Persebaya Surabaya pada laga pembuka putaran kedua.
Hasil tersebut menjadi kekalahan pertama Laskar Mataram di putaran kedua sekaligus pemantik kebangkitan tim. “Setelah pertandingan melawan Persebaya, tim pelatih memberikan evaluasi detail. Banyak hal yang harus kami perbaiki dan perhatikan dengan lebih serius,” ujar Reva dalam keterangannya di laman resmi I-League.
Meski akan menghadapi Borneo FC Samarinda yang kini berada di papan atas klasemen sementara, Reva memastikan mental tim tetap solid. Ia menilai kekalahan sebelumnya tidak berdampak signifikan terhadap psikologis para pemain.
“Kami cepat melupakan kekalahan itu. Kompetisi masih panjang dan masih banyak pertandingan penting ke depan. Motivasi tim tetap stabil dan kami siap bertanding,” tegas bek kiri andalan PSIM tersebut.
Reva Adi Utama sendiri menjadi figur sentral di lini belakang PSIM. Dari total 18 pertandingan yang telah dijalani, ia tampil di 16 laga dengan catatan 1.334 menit bermain, menjadikannya salah satu pemain paling konsisten musim ini.
Menjelang laga pekan ke-19, PSIM Yogyakarta menempati peringkat ke-7 klasemen sementara dengan 30 poin, sementara Borneo FC Samarinda berada di posisi ketiga dengan 40 poin.
Kemenangan akan sangat berarti bagi kedua tim. Bagi PSIM, tiga poin di Samarinda berpotensi mendongkrak posisi mereka hingga dua tingkat lebih baik.
Sementara bagi Pesut Etam, kemenangan dibutuhkan untuk terus menempel ketat Persib Bandung dan Persija Jakarta di papan atas.
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean Paul Van Gastel, menegaskan bahwa persiapan timnya tetap berjalan sesuai pola yang selama ini diterapkan.
Pelatih asal Belanda itu menitikberatkan evaluasi performa laga sebelumnya sebelum menganalisis kekuatan lawan.
“Kami selalu memulai dari analisis pertandingan terakhir. Kami tunjukkan kepada pemain apa yang sudah baik dan apa yang masih bisa ditingkatkan, baru kemudian fokus ke lawan berikutnya,” jelas Van Gastel.
PSIM Yogyakarta dipastikan tidak tampil dengan kekuatan penuh. Franco Ramos harus absen akibat akumulasi kartu, sementara Kasim Botan resmi meninggalkan klub usai bergabung dengan Semen Padang FC pada bursa transfer.
Meski begitu, Van Gastel memastikan lini pertahanan tetap solid. “Komposisi lini belakang tidak berubah. Andi Setyo dan Rendra Teddy akan bermain,” tegasnya.
Kabar positif datang dari Yusaku Yamadera. Pemain asal Jepang tersebut ikut dibawa ke Samarinda dan mulai bergabung kembali dengan tim, meski belum siap tampil sejak menit awal.
“Kami membawanya untuk proses adaptasi dan pemulihan bertahap. Itu bagus untuk tim dan juga untuk dirinya,” tambah Van Gastel.
PSIM Yogyakarta menegaskan ambisi besar jelang laga ini. Van Gastel menutup dengan pernyataan tegas bahwa timnya selalu bermain untuk menang, siapapun lawannya.
“Motivasi kami jelas, datang untuk menang. Kami bermain sepak bola untuk meraih kemenangan, termasuk saat melawan Borneo FC,” tandasnya.
Melihat kondisi terkini kedua tim, Borneo FC Samarinda sedikit lebih diunggulkan karena faktor tuan rumah, konsistensi performa, serta posisi mereka di tiga besar klasemen sementara BRI Super League 2025/26.
Pesut Etam juga dikenal cukup solid saat bermain di Stadion Segiri. Namun, PSIM Yogyakarta tetap berpeluang mencuri poin.
Evaluasi menyeluruh usai kekalahan dari Persebaya, motivasi tinggi untuk bangkit, serta keberanian bermain terbuka bisa menjadi modal penting Laskar Mataram untuk memberi kejutan.
Absennya beberapa pemain kunci PSIM memang berpengaruh, tetapi kedisiplinan lini belakang dan semangat kolektif tim berpotensi membuat laga berjalan ketat hingga menit akhir.
Prediksi skor akhir:
– Borneo FC Samarinda 2–1 PSIM Yogyakarta
Alternatif hasil realistis:
– Imbang 1–1 jika PSIM mampu menjaga konsistensi pertahanan
– Borneo FC menang tipis 1–0 bila laga berjalan ketat dan minim peluang
Laga ini diprediksi berlangsung sengit dengan tempo tinggi, terutama di babak kedua, ketika kedua tim sama-sama mengejar hasil maksimal.
Dengan tekad bangkit, mental terjaga, dan motivasi tinggi, laga PSIM Yogyakarta vs Borneo FC Samarinda diprediksi berlangsung sengit dan menarik.
Apakah Laskar Mataram mampu mencuri poin di Stadion Segiri, atau justru Pesut Etam yang kembali menunjukkan dominasi di kandang?