
SERAYUNEWS – Norman Arie Prayogo resmi terpilih sebagai Ketua Umum Ikasmansa Purwokerto periode 2026–2030. Dalam pemungutan suara yang berlangsung ketat, Prof. Norman berhasil meraih 88 suara dari total 133 suara sah dan unggul atas 10 kandidat lainnya.
Pemilihan ketua alumni SMA Negeri 1 Purwokerto tersebut berlangsung dalam agenda Rembug Ageng II, forum empat tahunan yang menjadi ajang pemilihan ketua umum sekaligus mempererat silaturahmi lintas generasi alumni.
Tidak hanya menjadi agenda organisasi, kegiatan ini juga dikemas sebagai ruang pelestarian budaya Banyumasan bagi generasi muda.
Ketua Panitia Rembug Ageng II, Mikhael Anton Hanibal, menyebut tingkat partisipasi alumni dalam acara tersebut sangat tinggi.
Sebanyak 62 angkatan hadir dalam forum tersebut dari total 67 angkatan yang tercatat dalam sejarah SMA N 1 Purwokerto atau Smansa.
“Kami memperkenalkan budaya Banyumasan ke generasi muda. Makanya ada begalan, lengger, dan kami imbau peserta memakai pakaian adat. Ini supaya SMAN 1 Purwokerto berbeda dari yang lain. Kami ingin terus melestarikan budaya,” ujarnya.
Selain forum pemilihan, acara juga diwarnai pertunjukan seni tradisional Banyumasan seperti begalan dan tari lengger yang memperkuat nuansa budaya lokal.
Usai resmi terpilih, Prof. Norman langsung memaparkan visi strategis kepemimpinannya melalui konsep pembangunan tiga “jembatan” utama di tubuh Ikasmansa. Konsep tersebut meliputi:
“Menjalin rasa yang lebih kuat di Ikasmansa, sehingga saya ingin menjadikan Ikasmansa sebagai rumah yang ada di SMA 1 ini. Jadi kalau pulang, ya pulangnya ke SMA 1 dan Ikasmansa yang ada di SMA 1 ini,” ujar Prof. Norman.
Selain visi jangka panjang, Prof. Norman juga menyiapkan sejumlah program konkret yang akan segera dijalankan pada awal masa kepemimpinannya.
Salah satu program prioritas adalah pembentukan 10 UMKM yang digerakkan alumni muda dengan pendampingan dari alumni senior.
“Kita akan menggerakkan ke generasi senior dan generasi di bawah. Untuk yang junior, kita buat gerakan-gerakan sosial seperti jalan sehat, dan kita juga akan membentuk dana abadi,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi lintas generasi menjadi faktor penting untuk memperkuat organisasi sekaligus membantu alumni muda memperoleh akses pendidikan dan peluang masa depan yang lebih baik.
“Untuk senior yang sudah banyak mendapatkan posisi penting, kita jaring kolaborasi. Untuk adik-adik yang baru lulus, kita bimbing mendapatkan pendidikan dan masa depan yang lebih baik,” kata dia.
Kemeriahan Rembug Ageng II semakin terasa dengan berbagai suguhan seni tradisional Banyumasan yang menghidupkan suasana nostalgia antaralumni.
Momentum ini diharapkan menjadi awal babak baru bagi Ikasmansa untuk bergerak lebih kolaboratif, inovatif, dan memberi dampak nyata bagi sekolah maupun para alumninya.