
JAKARTA, SERAYUNEWS – Destry Damayanti mendapat peran penting di tengah pergantian kepemimpinan Bank Indonesia (BI). Simak profilnya.
Deputi Gubernur Senior BI tersebut kini menjalankan tugas sebagai pejabat Gubernur BI sementara setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya.
Posisi ini membuat sosok Destry kembali menjadi perhatian publik.
Bukan tanpa alasan, ia memiliki pengalaman panjang di bidang ekonomi makro, perbankan, pasar keuangan, hingga kebijakan moneter.
Destry Damayanti merupakan ekonom yang telah malang melintang di berbagai institusi strategis. Pendidikan ekonominya ditempuh di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat dan meraih gelar Master of Science (MSc) bidang Regional Science dari Cornell University, New York.
Bekal akademik tersebut menjadi salah satu fondasi perjalanan Destry dalam dunia ekonomi.
Kariernya bahkan sudah bersentuhan dengan isu ekonomi internasional sejak menjadi Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris di Indonesia pada 2000-2003.
Setelah berkiprah sebagai penasihat ekonomi, Destry sempat kembali ke lingkungan kampus sebagai peneliti dan pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2005-2006.
Kariernya kemudian berkembang di sektor finansial. Ia dipercaya sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005-2011, lalu menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri hingga 2015.
Pada periode yang berdekatan, Destry juga mendapat pengalaman di pemerintahan. Ia memimpin Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN pada 2014-2015.
Pengalaman di sektor keuangan semakin lengkap ketika Destry bergabung dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Ia menjadi Anggota Dewan Komisioner LPS pada 2015-2019, dengan tanggung jawab yang berkaitan erat dengan stabilitas sistem keuangan dan perlindungan simpanan nasabah.
Langkah Destry ke Bank Indonesia dimulai pada 2019 ketika ia ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior BI.
Setelah periode pertamanya berakhir, ia kembali dipercaya menduduki jabatan tersebut untuk masa jabatan 2024-2029.
Kini, pengalaman itu menjadi modal ketika Destry harus menjalankan tugas Gubernur BI sementara.
Pengisian posisi tersebut bukan berarti Destry otomatis menjadi Gubernur BI definitif.
Ia menjalankan fungsi tersebut selama terjadi kekosongan jabatan sampai pemerintah menyelesaikan proses pengangkatan gubernur baru sesuai mekanisme yang berlaku.
Bagi Anda yang mengikuti ekonomi nasional, masa transisi ini penting diperhatikan.
BI tetap memiliki pekerjaan besar untuk menjaga stabilitas rupiah, sistem pembayaran, dan sistem keuangan agar pergantian pimpinan tidak mengganggu kebijakan moneter maupun kepercayaan pasar.***