
SERAYUNEWS- Perjalanan PSIW Wonosobo di kompetisi Liga 4 musim ini harus berakhir lebih cepat dari harapan.
Tim kebanggaan masyarakat Kota Santri gagal melangkah ke babak 16 besar, hasil yang memicu evaluasi besar-besaran di tubuh klub, termasuk keputusan penting dari sang pelatih kepala, Hafizh Fajri Al Mubarok.
Kegagalan tersebut bukan hanya menjadi catatan hasil di atas lapangan, tetapi juga menjadi momen refleksi bagi seluruh elemen PSIW, mulai dari manajemen, jajaran pelatih, hingga para pemain.
Pelatih Kepala PSIW Wonosobo, Hafizh Fajri Al Mubarok, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Wonosobo.
Ia mengakui tim belum mampu memenuhi ekspektasi publik yang begitu besar sejak PSIW kembali berlaga di kompetisi resmi.
“Kepada seluruh masyarakat Wonosobo, saya mohon maaf atas kegagalan PSIW di Liga 4 tahun ini. Ini adalah tanggung jawab saya sebagai pelatih,” ujar Hafizh dalam pernyataan resminya.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Coach Hafizh menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya. Ia berharap langkah tersebut dapat membuka ruang bagi PSIW untuk bangkit dan berkembang lebih baik di musim mendatang.
Manajemen PSIW Wonosobo menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi Coach Hafizh melalui unggahan resmi klub.
Dalam pernyataannya, PSIW mengenang perjalanan panjang yang dilalui bersama sang pelatih, penuh dengan perjuangan, kerja keras, serta dinamika emosional.
“Terima kasih atas segala dedikasi dan waktu yang telah kita lalui bersama. Melewati lika-liku, tangis dan tawa, hujan maupun terik, jatuh dan bangun,” tulis PSIW.
Ucapan perpisahan tersebut ditutup dengan doa dan harapan agar Coach Hafizh selalu sukses dalam perjalanan karier kepelatihannya ke depan.
Selain pernyataan dari pelatih, Manajer PSIW Wonosobo Ahmad Hamal Wincahyo juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Kabupaten Wonosobo.
Ia mengakui bahwa performa tim belum maksimal dan hasil akhir menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen tim.
“Kami memohon maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh pecinta sepak bola Wonosobo. Kami belum bisa memberikan hasil terbaik, sehingga PSIW gagal lolos ke babak 16 besar,” ujar Hamal.
Menurut Hamal, kembalinya PSIW ke kompetisi resmi membawa ekspektasi besar dari masyarakat. Dukungan yang luar biasa justru menjadi tantangan tersendiri bagi tim yang masih dalam tahap pembentukan.
“Saya tahu harapan masyarakat sangat tinggi. Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi total agar ke depan PSIW bisa tampil lebih baik,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kegagalan ini bukan akhir dari perjalanan PSIW, melainkan titik awal untuk berbenah secara menyeluruh.
Dalam evaluasi awal, Hamal membeberkan sejumlah faktor yang memengaruhi performa PSIW di lapangan. Ia menyoroti kondisi fisik pemain yang menurun pada laga-laga krusial, serta skema permainan yang tidak berjalan sesuai instruksi pelatih.
“Di beberapa pertandingan penting terlihat pemain mengalami penurunan stamina, sementara skema yang dirancang pelatih tidak bisa dijalankan secara optimal,” ungkapnya.
Meski begitu, ia memastikan para pemain tetap menunjukkan semangat juang hingga pertandingan terakhir.
Kegagalan PSIW menembus babak 16 besar memicu beragam reaksi dari suporter. Media sosial dipenuhi komentar yang mencerminkan kekecewaan, kritik keras, hingga dukungan moral bagi klub.
Sebagian suporter mengapresiasi upaya manajemen yang telah menghidupkan kembali PSIW di kompetisi. Namun, tidak sedikit pula yang mendesak adanya evaluasi menyeluruh, termasuk di sektor pelatih, strategi, dan komposisi pemain.
Manajemen menilai kritik tersebut sebagai bentuk kepedulian dan kecintaan publik terhadap PSIW.
Menanggapi situasi ini, manajemen PSIW memastikan tidak akan menutup mata terhadap kelemahan tim. Evaluasi total disebut menjadi agenda utama setelah kompetisi berakhir, mencakup aspek teknis, nonteknis, hingga manajemen klub.
Kritik dan masukan dari suporter akan menjadi bahan penting bagi manajemen untuk membangun PSIW yang lebih kuat.
Menatap musim depan, PSIW Wonosobo berkomitmen melakukan pembenahan secara menyeluruh. Manajemen berharap dukungan masyarakat tetap mengalir agar proses pembangunan tim berjalan maksimal.
“Mohon doa dan dukungannya. Semoga ke depan PSIW bisa bangkit dan membawa kebanggaan bagi masyarakat Wonosobo,” pungkas Hamal.