
SERAYUNEWS- Persaingan papan atas Pegadaian Championship 2025/2026 atau Liga 2 Indonesia semakin panas memasuki pekan ke-20. Dua laga krusial di Grup 2 (Grup Timur) mengubah peta persaingan.
PSS Sleman sukses merebut posisi puncak klasemen, sementara Kendal Tornado FC mempertegas statusnya sebagai tim paling solid di lini pertahanan lewat catatan lima laga beruntun tanpa kebobolan.
Hasil ini membuat perebutan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional kian sengit dengan selisih poin yang sangat tipis di empat besar.
Melansir laman resmi I-League, berikut kami sajikan ulasan selengkapnya mengenai klasemen sementara usai pertandingan pekan ke-20:
Kendal Tornado FC mencuri satu poin penting saat bertandang ke markas PS Barito Putera pada laga pekan ke-20. Bertanding di Stadion 17 Mei, Minggu (22/2/2026) malam, kedua tim bermain imbang tanpa gol.
Sejak menit awal, duel berlangsung dalam tempo tinggi. Barito Putera berusaha menekan lewat permainan sayap cepat, sementara Kendal Tornado memilih bermain disiplin dan mengandalkan serangan balik.
Sejumlah peluang tercipta di kedua sisi, namun penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat skor 0-0 bertahan hingga laga usai. Kiper Tri Hamdani tampil sebagai salah satu pemain kunci setelah menggagalkan beberapa peluang emas tuan rumah.
Pertandingan berjalan keras dan penuh tensi. Wasit mengeluarkan dua kartu merah dalam laga tersebut. Yuswanto Aditya dari Barito Putera harus meninggalkan lapangan pada menit ke-49 akibat pelanggaran keras.
Tak lama berselang, striker andalan Kendal Tornado FC, Patrick Cruz, juga menerima kartu kuning kedua pada menit ke-56 dan diusir keluar lapangan. Situasi ini membuat kedua tim sama-sama bermain dengan 10 pemain hingga akhir pertandingan.
Meski kehilangan satu pemain, Kendal tetap mampu menjaga organisasi pertahanan dengan disiplin tinggi.
Hasil imbang tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan Kendal Tornado FC menjadi lima pertandingan beruntun. Rinciannya, tiga kemenangan dan dua hasil imbang.
Tim berjuluk Laskar Badai Pantura itu sebelumnya menang 4-0 atas Persipal FC, menang 3-0 dari PSIS Semarang, serta bermain imbang 0-0 melawan Persiku dan Barito Putera. Artinya, dalam lima laga terakhir, mereka tidak kebobolan satu gol pun.
Pelatih Stefan Keeltjes mengaku puas dengan perkembangan timnya.
“Pertandingan berjalan sesuai prediksi dan sangat sulit. Kami senang bisa membawa pulang satu poin. Saya melihat progres besar dari para pemain, terutama dalam kedisiplinan posisi dan tanggung jawab,” ujar Stefan.
Tambahan satu poin membuat Kendal Tornado FC tetap berada di posisi keempat klasemen sementara Grup 2 dengan 37 poin, hanya terpaut satu angka dari Barito Putera di peringkat ketiga yang mengoleksi 38 poin.
Sementara itu, laga big match terjadi saat PSS Sleman menjamu Persipura Jayapura di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (21/2/2026) malam.
PSS tampil agresif sejak awal dan akhirnya menang 2-0. Gol pertama dicetak Gustavo Tocantins melalui sundulan pada masa injury time babak pertama (45+6). Keunggulan itu membuat PSS bermain lebih percaya diri di babak kedua.
Pada menit ke-70, pemain pengganti Arda Alfareza menggandakan keunggulan lewat sepakan terukur yang gagal diantisipasi kiper Persipura.
Pelatih kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis, mengapresiasi kerja keras seluruh pemain.
“Ini kemenangan luar biasa. Baik pemain inti maupun pengganti menjalankan tugas dengan sangat baik. Mereka mampu meredam permainan Persipura dan menerapkan skema taktik sesuai latihan,” katanya.
Kemenangan ini membuat PSS mengoleksi 42 poin dan resmi mengambil alih puncak klasemen dari Persipura yang kini turun ke posisi kedua dengan 40 poin.
Sebelumnya, PSS juga menang 3-1 atas Deltras FC di awal putaran ketiga. Tren positif tersebut menjadi modal penting dalam persaingan menuju fase penentuan.
Ansyari mengingatkan anak asuhnya agar tidak cepat puas.
“Ini bukan akhir. Pertandingan masih banyak. Kami harus tetap rendah hati dan terus bekerja keras,” tegasnya.
Selisih poin yang tipis di papan atas membuat setiap pertandingan tersisa menjadi sangat krusial. PSS Sleman kini memimpin, tetapi Persipura, Barito Putera, dan Kendal Tornado FC terus menempel ketat.
Dengan performa pertahanan solid dan konsistensi permainan, Kendal Tornado berpotensi menjadi kuda hitam dalam perebutan tiket promosi. Sementara PSS Sleman harus menjaga momentum agar tetap bertahan di puncak.
Liga 2 musim ini membuktikan bahwa persaingan menuju kasta tertinggi tidak pernah mudah. Konsistensi, kedalaman skuad, dan mental juara akan menjadi faktor penentu di pekan-pekan akhir kompetisi.