
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Nama PT Krakatau Posco tengah menjadi sorotan publik setelah muncul kabar mengenai posisi komisaris perusahaan yang dikaitkan dengan Mufli Budi Ananda.
Pasalnya, ia merupakan sosok yang dikenal sebagai asisten Raffi Ahmad.
Ramainya perbincangan di media sosial membuat banyak orang penasaran dengan profil perusahaan tersebut, termasuk bidang usaha yang dijalankan.
Tidak sedikit warganet yang baru mengenal PT Krakatau Posco setelah isu tersebut mencuat.
Padahal, perusahaan ini merupakan salah satu produsen baja terbesar di Indonesia yang memiliki peran penting dalam mendukung berbagai proyek strategis nasional.
Lantas, PT Krakatau Posco bergerak di bidang apa? Berikut ulasan lengkap mengenai profil perusahaan, produk yang dihasilkan, hingga kontribusinya terhadap industri baja nasional.
PT Krakatau Posco bergerak di bidang industri manufaktur baja terpadu.
Perusahaan ini memproduksi berbagai jenis baja berkualitas tinggi yang digunakan sebagai bahan baku untuk berbagai sektor industri.
Produk utama yang dihasilkan meliputi steel slab, hot rolled coil (HRC), serta berbagai jenis pelat baja (steel plate) yang dimanfaatkan dalam pembangunan infrastruktur, konstruksi, industri otomotif, hingga pembuatan kapal.
Dengan kapasitas produksi yang besar, PT Krakatau Posco menjadi salah satu pemasok baja penting bagi kebutuhan industri nasional.
PT Krakatau Posco bukan merupakan perusahaan swasta biasa maupun BUMN murni.
Perusahaan ini merupakan joint venture atau perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, produsen baja milik negara Indonesia, dengan POSCO, perusahaan baja terbesar asal Korea Selatan.
Kedua perusahaan tersebut memiliki komposisi kepemilikan saham yang seimbang, yaitu 50 persen dimiliki PT Krakatau Steel dan 50 persen dimiliki POSCO.
Kolaborasi tersebut menggabungkan pengalaman panjang Krakatau Steel di industri baja nasional dengan teknologi produksi modern yang dimiliki POSCO.
Karena berbentuk perusahaan patungan, PT Krakatau Posco memiliki karakteristik yang berbeda dengan BUMN sepenuhnya meskipun salah satu pemegang sahamnya adalah perusahaan pelat merah.
PT Krakatau Posco didirikan pada tahun 2010 sebagai bagian dari kerja sama strategis Indonesia dan Korea Selatan di sektor industri baja.
Setelah melalui proses pembangunan fasilitas produksi selama beberapa tahun, perusahaan mulai memasuki tahap produksi komersial pada tahun 2014.
Sejak saat itu, perusahaan terus meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan baja dalam negeri sekaligus mendukung berbagai proyek pembangunan berskala nasional.
Seluruh kegiatan operasional PT Krakatau Posco berpusat di kawasan industri Cilegon, Provinsi Banten. Alamat pabriknya berada di:
Jl. Afrika No. 2, Kawasan Industri Krakatau, Samangraya, Citangkil, Kota Cilegon, Banten.
Lokasi tersebut dipilih karena berada di kawasan industri strategis yang telah lama dikenal sebagai pusat industri baja Indonesia.
Keberadaan pelabuhan dan infrastruktur logistik di sekitar kawasan juga mendukung distribusi produk baja ke berbagai wilayah di Indonesia maupun pasar internasional.
Salah satu keunggulan PT Krakatau Posco adalah kapasitas produksinya yang mencapai sekitar 3 juta ton baja setiap tahun.
Skala produksi tersebut menjadikannya salah satu pabrik baja terbesar di Asia Tenggara.
Produksi dilakukan menggunakan berbagai fasilitas modern yang dirancang untuk menghasilkan baja berkualitas tinggi sesuai standar industri global.
PT Krakatau Posco dikenal sebagai pabrik baja terpadu pertama di Asia Tenggara yang menerapkan teknologi Blast Furnace.
Teknologi ini memungkinkan proses produksi baja berlangsung secara terintegrasi mulai dari pengolahan bijih besi hingga menjadi produk baja siap pakai.
Selain Blast Furnace, perusahaan juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas utama lainnya, seperti:
Pemanfaatan teknologi modern tersebut membuat kualitas produk mampu memenuhi kebutuhan industri berat maupun proyek infrastruktur berskala besar.
Produk PT Krakatau Posco digunakan oleh berbagai sektor industri di Indonesia.
Beberapa di antaranya meliputi:
Baja yang diproduksi perusahaan juga menjadi bahan baku penting dalam mendukung program pembangunan nasional.
Selain memenuhi kebutuhan industri umum, produk PT Krakatau Posco juga telah digunakan dalam sejumlah proyek strategis nasional.
Di antaranya adalah pembangunan jalur pipa gas, proyek jalan tol, hingga penyediaan weathering steel, yaitu baja tahan korosi yang digunakan pada pembangunan Istana Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kontribusi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur modern di Indonesia.
Belakangan, nama PT Krakatau Posco ramai diperbincangkan setelah muncul kabar mengenai posisi komisaris yang dikaitkan dengan Mufli Budi Ananda, asisten Raffi Ahmad.
Kabar tersebut memunculkan rasa penasaran masyarakat terhadap profil perusahaan, struktur kepemilikan, hingga mekanisme penunjukan komisaris di perusahaan patungan tersebut.
Meski isu mengenai komisaris menjadi sorotan, aktivitas operasional PT Krakatau Posco sendiri tetap berfokus pada produksi baja dan pengembangan industri manufaktur nasional.
Sebagai salah satu produsen baja terbesar di Indonesia, PT Krakatau Posco memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Keberadaan perusahaan membantu mengurangi ketergantungan terhadap impor baja sekaligus meningkatkan daya saing industri manufaktur dalam negeri.
Dengan kapasitas produksi besar, teknologi modern, serta kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan, PT Krakatau Posco menjadi salah satu pemain utama dalam pengembangan industri baja nasional yang menopang berbagai sektor pembangunan.
Karena itu, tidak mengherankan apabila setiap perkembangan terkait perusahaan ini, termasuk kabar mengenai jajaran komisarisnya, selalu menarik perhatian publik.***