Minggu, 19 September 2021

Puluhan Bus Pariwisata Konvoi di Jalur Selatan Cilacap, Ada Apa?

Puluhan bus melakukan konvoi di jalur selatan. (Irfan)

Gabungan pengusaha, sopir maupun kernet angkutan pariwisata yang terdiri atas bus, elf, dan travel, dari wilayah Banyumas dan Cilacap Timur konvoi di jalur selatan Cilacap, Jumat (30/7/2021).


Cilacap, serayunews.com

Konvoi tersebut bertajuk memanaskan mobil bersama. Hal ini dilakukan sebagai upaya perawatan mesin agar terhindar dari kerusakan. Selama diberlakukannya PPKM, armada yang mereka miliki tidak beroperasi sama sekali.

Salah satu peserta kegiatan tersebut Hendri Gaper mengatakan, kegiatan ini merupakan sebagai ajang silaturahmi dan bertukar cerita dari sesama pengelola angkutan pariwisata yang saat ini sedang tiarap, yang dilaksanakan pada Jumat (30/7/2021) sore.

“Intinya kami memanaskan mesin mobil bareng-bareng, selama PPKM kan tidak jalan. Sambil ngopi dan cerita tentang solusi kedepan diantara kami, selain itu juga menghibur diri lah,” katanya kepada serayunews.com, Sabtu (31/7/2021) pagi.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan ini total sebanyak 25 kendaraan ikut dalam rombongan. Dengan titik kumpul di lapangan Widarapayung. Rombongan konvoi ini melaju ke arah Srandil, kemudian Jati, Kepudang, Jepara Kulon, Kroya, Karangmangu, Pucung, Sirau dan Buntu. Setelahnya rombongan iring-iringan ini kembali ke Kroya dan langsung pulang menuju ke garasi masing-masing.

“Kami jalan pelan, tidak mengganggu pengendara lain. Lagi pula beberapa ruas jalan juga tergolong kecil,” tuturnya.

Saat ditanya apakah kegiatan ini merupakan salah satu bentuk protes, dari para pengelola armada pariwisata karena tidak beroperasi selama penerapan PPKM. Hendri menjelaskan, kegiatan ini merupakan murni silaturahmi dari para pengelola armada pariwisata.

Namun, dirinya juga tidak memungkiri bahwa saat ini sudah memasuki fase titik jenuh, lantaran seluruh objek wisata sampai saat ini masih ditutup. Padahal dalam menyambung hidup, mereka hanya mengandalkan sektor angkutan wisata.

“Kami hanya penyedia jasa pariwisata, dimana armada kami angsuranya tetap berjalan. Tapi tidak ada pemasukan, bisa dikatakan kami pun resah dengan adanya PPKM. Namun kami tidak protes, tetap berupaya sekuat tenaga,” tuturnya.

Berita Terkait

Berita Terkini