
SERAYUNEWS — Pemerintah Kabupaten Cilacap menyoroti rendahnya serapan anggaran pada Triwulan I tahun 2026.
Hingga akhir Maret, realisasi keuangan APBD baru mencapai 17,48 persen, masih di bawah target anggaran kas sebesar 20,36 persen.
Di sisi lain, realisasi fisik kegiatan justru melampaui target. Capaian fisik tercatat 23,97 persen, sedikit di atas target 23,48 persen. Kondisi ini menimbulkan selisih atau gap antara realisasi fisik dan keuangan sebesar 6,49 persen.
Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menegaskan pentingnya percepatan realisasi anggaran agar program pembangunan tidak terhambat.
“Kami apresiasi OPD yang sudah menunjukkan kinerja baik, namun bagi yang realisasinya masih rendah harus segera ditingkatkan,” ujarnya.
Lambatnya proses pengadaan barang dan jasa menjadi salah satu penyebab utama rendahnya serapan anggaran.
Dari total 6.668 paket pengadaan dengan nilai Rp539,7 miliar, baru 44,54 persen yang tayang dalam sistem pengadaan. Sementara itu, nilai kontrak yang sudah berjalan baru mencapai 14,70 persen dari total pagu anggaran.
Data ini menunjukkan masih banyak paket pekerjaan yang belum berproses, sehingga berdampak langsung pada lambatnya penyerapan anggaran di awal tahun.
Pada sisi pendapatan, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Maret 2026 mencapai Rp228,28 miliar atau 20,61 persen dari target Rp1,1 triliun.
Pemkab Cilacap menilai capaian tersebut masih perlu didorong melalui optimalisasi berbagai potensi pendapatan, terutama dari sektor pajak dan retribusi daerah.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Cilacap akan memperkuat pengendalian dan evaluasi secara rutin. Seluruh OPD diminta aktif mengidentifikasi hambatan pelaksanaan kegiatan agar dapat segera diatasi.
Hasil Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (Rakor POK) menjadi dasar evaluasi dalam mendorong percepatan serapan anggaran pada triwulan berikutnya.
Langkah yang akan ditempuh meliputi percepatan proses pengadaan barang dan jasa, penguatan pengawasan, serta peningkatan kinerja perangkat daerah.
Dengan strategi tersebut, Pemkab Cilacap berharap realisasi APBD 2026 dapat berjalan lebih optimal sehingga program pembangunan dapat terlaksana tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.