
SERAYUNEWS — Upaya memperkuat literasi bagi warga binaan terus dilakukan. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas menerima tambahan 110 eksemplar buku dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Banyumas, Selasa (28/4/2026).
Bantuan tersebut memperkaya koleksi Perpustakaan Pancasila yang selama ini menjadi ruang belajar sekaligus sarana pengembangan diri bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Mayoritas buku yang disalurkan merupakan kategori nonfiksi, yang dinilai paling diminati karena memberikan pengetahuan praktis dan keterampilan yang bisa diterapkan setelah bebas nanti.
Kepala Rutan Banyumas, Anggi Febiakto, melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan Sigir Purwanto, menegaskan bahwa buku memiliki peran strategis dalam proses pembinaan.
“Buku adalah jendela perubahan. Dengan literasi yang baik, kami berharap warga binaan memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi konsistensi Arpusda Banyumas dalam mendukung akses literasi bagi warga binaan.
Pustakawan Madya Arpusda Banyumas, Nur Hidayati, menekankan bahwa akses terhadap ilmu pengetahuan tidak boleh terhenti, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani masa pidana.
“Literasi tidak boleh terputus oleh jeruji besi. Buku adalah jembatan ilmu yang bisa membuka peluang perubahan,” katanya.
Kehadiran buku-buku baru ini langsung disambut antusias oleh warga binaan. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang untuk mengisi waktu secara produktif dan bermakna.
“Kami senang sekali kalau ada buku baru, apalagi tentang budidaya atau motivasi. Jadi lebih semangat dan tidak jenuh,” ujar salah satu warga binaan.
Dengan adanya rotasi koleksi ini, Perpustakaan Pancasila di Rutan Banyumas diharapkan berkembang menjadi pusat edukasi yang aktif, tidak sekadar tempat penyimpanan buku.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya membentuk pola pikir positif, menumbuhkan harapan, serta menyiapkan warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan kualitas diri yang lebih baik.