SERAYUNEWS – DPRD Kabupaten Banjarnegara menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka puncak peringatan hari jadi Banjarnegara ke-454 pada, Rabu (26/2/2025).
Uniknya, rapat ini berlangsung dalam bahasa Jawa bersama seluruh anggota DPRD yang hadir bersama para istri mereka.
Tidak hanya menggunakan bahasa Jawa, seluruh peserta rapat juga mengenakan pakaian adat Jawa. Termasuk anggota DPRD, pimpinan OPD, dan tamu undangan lainnya.
Ketua DPRD Banjarnegara, Anas Hidayat, memimpin jalannya rapat dengan bahasa Jawa, menjadikannya semakin istimewa.
Selain sebagai puncak peringatan hari jadi Banjarnegara, rapat ini juga menjadi momentum bersejarah.
Karena Banjarnegara kini memiliki bupati dan wakil bupati definitif, setelah beberapa tahun terakhir dipimpin oleh penjabat bupati.
“Harapannya tentu saja di usianya yang ke-454, Kabupaten Banjarnegara semakin maju dan sejahtera,” ujar Anas Hidayat.
Dalam kesempatan ini, Ketua DPRD Banjarnegara juga membacakan sejarah singkat berdirinya Kabupaten Banjarnegara.
Ia menjelaskan bahwa peringatan hari jadi Banjarnegara sebelumnya jatuh pada 22 Agustus. Namun sejak 2019, pemerintah menetapkan 26 Februari sebagai tanggal resmi berdasarkan kajian akademik dan bukti sejarah yang kuat.
Sejarah ini merujuk pada Babat Kalibening yang menjadi sumber sejarah utama wilayah Banyumas.
Penetapan tanggal 26 Februari 1571 juga berdasarkan pada kepulangan Jaka Kaiman beserta pengawal dari Kesultanan Pajang.
Pada saat itu, Jaka Kaiman mengusulkan pembagian kekuasaan menjadi empat kadipaten, termasuk Banjar Petambakan, kemudian berkembang menjadi Kabupaten Banjarnegara.
“Saat itu Jaka Kaiman menyampaikan gagasan untuk membagi kekuasaan menjadi empat kadipaten, tepatnya pada 26 Februari, bertepatan dengan 1 Syawal 978 Hijriah. Salah satu wilayahnya adalah Banjar Petambakan, cikal bakal Kabupaten Banjarnegara,” jelasnya.
Ketua DPRD menegaskan, bahwa bukti sejarah ini harus menjadi semangat bagi masyarakat Banjarnegara dalam membangun daerah.
Ia juga menjelaskan bahwa peringatan pada 22 Agustus sebelumnya merupakan momentum mulainya kekuasaan kolonial Belanda secara administratif di Banjarnegara.
Sementara itu, tanggal 26 Februari dipilih karena memiliki nilai nasionalisme dan patriotisme yang lebih kuat.
“Semoga spirit ini juga menjadi motivasi bagi pimpinan Banjarnegara untuk membawa daerah ini lebih maju dan sejahtera. Dirgahayu Banjarnegara ke-454,” tutupnya.