Sabtu, 18 September 2021

Putri Cantik dari Banyumas Jadi Awal Legenda Pantai Batu Hiu Pangandaran

Pantai Batu Hiu. sumber foto: dispabud.jabarprov.go.id

Di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat ada Pantai Batu Hiu yang cukup terkenal. Penamaan Batu Hiu karena ada karang yang mirip dengan ikan hiu. Ada juga yang menyebut bahwa Pantai Batu Hiu adalah Tanah Lot-nya Jawa Barat.

Panorama di Pantai Batu Hiu ini sangat indah. Kita bisa naik ke atas bukit kecil. Dari situ kita bisa melihat deburan ombak dan birunya Samudra Indonesia. Nah, untuk naik ke bukit itu, kita melewati gerbang yang berbentuk mulut ikan hiu. Kala senja, kita pun bisa melihat indahnya matahari tenggelam.

Daerah ini pun menjadi inspirasi lagu penyanyi ternama tahun 90-an Doel Sumbang. Salah satu lagu yang dipopulerkan Doel Sumbang pada tahun 90-an berjudul “Bulan Batu Hiu”.

Pesona Pantai Batu Hiu ini juga memiliki legenda. Legenda ini diceritakan turun temurun. Mula dari legenda ini adalah Banyumas. Awalnya, di Banyumas ada Aki Gede dan Nini Gede yang memiliki putri bernama Raden Rara Retna Pertiwi.

Kecantikan Raden Rara Retna Pertiwi terkenal di kala itu. Sampai kemudian banyak kaum bangsawan yang berusaha memperistrinya. Lamaran pun membanjiri. Salah satu lamaran datang dari Raja Banyumas. Hanya saja, tak dijelaskan siapa Raja Banyumas tersebut.

Namun, lamaran pada bangsawan itu ditolak oleh Aki Gede dan Nini Gede. Termasuk lamaran dari Raja Banyumas juga ditolak. Tak terima dengan penolakan itu, Raja Banyumas memerintahkan bawahannya untuk mengusir Aki Gede sekeluarga.

Aki Gede dan keluarga pergi ke barat dan menetap di pesisir pantai selatan, bernama Kampung Cigugur. Daerah itu masuk wilayah Sukapura. Di masa mdern, Sukapura berubah menjadi Tasikmalaya. Saat itu, pemimpinSukapura bernama Dalem Tamela kesengsem dengan Raden Rara Retna Pertiwi.

Dalem Tamela lalu mengajukan lamaran pada Raden Rara Retna Pertiwi. Tapi, lamaran ditolak. Tidak hanya sekali, beberapa kali Dalem Tamela melamar. Ternyata, Raden Rara Retna Pertiwi sudah menikah dengan Sembah Regasang.

Tapi cinta Dalem Tamela sudah mentok. Tak peduli Raden Rara Retna Pertiwi sudah punya suami, Dalem Tamela terus melamar. Sembah Regasang akhirnya mau melepas Raden Rara Retna Pertiwi pada Dalem Tamela. Alasannya karena Dalem Tamela sungguh-sungguh mencintai Raden Rara Retna Pertiwi.

Tapi, Sembah Regasang memiliki syarat. Dia ingin agar ada rakyat dari Dalem Tamela yang menjadi pengikutnya. Persyaratan dipenuhi. Sampai kemudian Sembah Regasang mencari penghidupan baru bersama rakyatnya.

Sembah Regasang hidup di daerah pantai selatan sampai kemudian dia meninggal. Setelah kematian Sembah, Aki Gede memutuskan untuk hidup di daerah yang didiami Sembah Regasang. Berjalanlah Aki Gede menyusuri pantai selatan. Sampai kemudian dia terhenti dengan satu area di pantai selatan yang agak berbeda.

Di area itu Aki dan rombongannya istirahat. Aki Gede kemudian memerintahkan Ki Barja Lintang menangkap ikan di laut. Ki Barja Lintang lalu mendapatkan ikan hiu. Mendapati ikan hiu, Aki Gede merasa iba. Aki Gede memutuskan untuk mengembalikan ikan hiu ke laut. Namun, anehnya ikan hiu tersebut enggan ke laut dan tetap di pantai sampai menjadi batu.

Referensi:

MA Humaira: Legenda Batu Hiu: Analisis Struktur, Konteks Penutur, Fungsi, dan Makna

disparbud.jabarprov.go.id

Berita Terkait

Berita Terkini