
SERAYUNEWS– Lapas Nirbaya memanfaatkan keramaian Car Free Day (CFD) Cilacap untuk memperkenalkan produk pangan alternatif hasil pembinaan warga binaan. Produk yang dibawa bukan sekadar pameran, melainkan upaya nyata mendorong kemandirian ekonomi lewat tepung dan beras mokaf berbahan dasar singkong, Minggu (11/1/2026).
Stan Lapas Nirbaya di kawasan CFD Cilacap tampak ramai dikunjungi warga. Sejak pagi, masyarakat terlihat antusias bertanya hingga mencicipi berbagai olahan berbahan mokaf. Tepung dan beras mokaf diperkenalkan sebagai produk pangan alternatif yang memiliki nilai gizi sekaligus peluang ekonomi, terutama di tengah upaya diversifikasi pangan nasional.
Kehadiran Lapas Nirbaya dalam kegiatan CFD tersebut melibatkan jajaran petugas fasilitatif yang berkolaborasi dengan peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan. Kolaborasi ini terlihat dari penataan stan, pelayanan informasi, hingga interaksi langsung dengan pengunjung yang ingin mengetahui proses produksi serta keunggulan mokaf dibanding bahan pangan konvensional.
Kepala Lapas Nirbaya Helmi Najih mengatakan, keikutsertaan dalam CFD Cilacap merupakan bagian dari strategi memperluas pemasaran produk hasil pembinaan kemandirian warga binaan. Menurutnya, ruang publik seperti CFD menjadi sarana efektif untuk mendekatkan produk kepada masyarakat.
“Kami ingin masyarakat mengenal bahwa di dalam lapas juga ada proses pembinaan yang menghasilkan produk berkualitas. Tepung dan beras mokaf ini adalah salah satu wujudnya,” kata Helmi.
Hal senada disampaikan Ketua Pemasaran Lapas Nirbaya Dias Martha. Ia menilai CFD menjadi media promosi yang tepat karena memungkinkan interaksi langsung antara produsen dan konsumen. Respons positif masyarakat, kata dia, menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas produk.
“Antusiasme pengunjung cukup tinggi. Banyak yang tertarik mencoba dan bertanya. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan kualitas produksi, termasuk dengan melibatkan adik-adik magang,” ujarnya.
Sejumlah pengunjung juga tampak mencicipi olahan berbahan mokaf, mulai dari kue, bubur, hingga aneka camilan. Salah seorang pengunjung, Sumarni, mengaku terkejut dengan rasa dan tekstur produk mokaf yang dinilai tak kalah dengan tepung biasa.
“Awalnya saya kira rasanya akan berbeda jauh, ternyata olahan dari mokaf seperti kue, bubur, dan cemilan ini rasanya enak, teksturnya lembut, dan tidak kalah dengan bahan tepung biasa. Ini bisa menjadi alternatif pangan yang sehat,” ujarnya.
Melalui keikutsertaan di CFD Cilacap, Lapas Nirbaya berharap produk tepung dan beras mokaf hasil pembinaan warga binaan semakin dikenal luas, sekaligus memperkuat program pembinaan kemandirian agar berdampak nyata bagi warga binaan maupun masyarakat.
Keterangan Foto:
Petugas Lapas Nirbaya saat membuka stan promosi tepung dan beras mokaf karya warga binaan di acara CFD Alun-alun Cilacap ramai dikunjungi warga. (Lapas Nirbaya).