SERAYUNEWS- Banyak orang telah menantikan kehadiran film Jumbo. Film animasi ini membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk akhirnya menyapa para penonton.
Ryan Adriandhy, sang sutradara, mengajak 420 kreator animasi Indonesia untuk terlibat dalam pembuatan film ini.
Film ini akan mengajak penonton terjun dalam petualangan seru dan hanyut dalam lagu-lagu apik.
Kemudian, bagaimana cerita dari film ini? Simak pula reviu dan komentar tentang film ini.
Cerita film ini berpusat pada kehidupan Don. Don hanya tinggal bersama sang Oma, setelah orang tuanya meninggal.
Orang tua Don meninggalkan sebuah buku cerita. Mereka menuliskan dan membuat ilustrasi buku tersebut. Tak heran, buku itu sangat istimewa bagi Don.
Sehari-hari, Don bermain bersama dua teman karibnya, Nurman dan Mae. Sayangnya, teman-teman yang lain kerap merundung Don.
Mereka memanggil Don, Jumbo. Selain itu, mereka sering mengejek Don, bahkan tak mengajaknya bermain bersama.
Don mau membuktikan ke mereka kalau dia memiliki kemampuan juga. Oleh karena itu, Don ingin membuat drama pendek dari buku cerita orang tuanya dan mementaskan di panggung lomba.
Cerita berlanjut dengan usaha Don untuk mewujudkan keinginannya. Dalam proses tersebut, dia bertemu Meri dan harus bersinggungan dengan Atta.
Apa Meri dan Atta akan membantu usaha Don? Jawabannya ada dalam film animasi berdurasi 102 menit ini.
Secara visual, tak diragukan lagi, film ini akan memanjakan mata. Gambar yang disuguhkan sudah setara dengan animasi buatan luar negeri.
Pemilihan buku cerita sebagai warisan orang tua Don juga sangat menarik. Ini seakan mengajak orang tua untuk kembali menjadikan buku sebagai bagian penting dalam kehidupan anak.
Selain itu, hal tersebut juga menyiratkan bahwa hal istimewa bagi anak tak selalu tentang sesuatu yang wah. Hal sederhana tapi sepenuh hati akan lebih berharga.
Kemudian, imajinasi merupakan dunia tak terpisahkan dari anak. Jadi, orang tua perlu terus memberikan stimulasi yang tepat, salah satunya lewat membacakan buku.
Selanjutnya, inilah beberapa pesan yang tersampaikan lewat dialog atau adegan dalam film Jumbo. Pesan bahkan tak jarang tersirat dalam dialog-dialog kecil.
Egar (12 tahun) mengaku sangat menyukai film ini. Menurutnya, gambar dalam film ini lucu dan ceritanya seru.
Dia paling suka pada karakter Nurman, sahabat Don. Alasannya, Nurman mirip dengan dia, sama-sama suka mengamati hewan.
Berbeda dengan Egar, Agra (8 tahun) lebih menyukai Don. Saat Don akhirnya mau membantu teman yang dalam kesulitan menjadi bagian favorit Agra.
Berikut adalah pengisi suara dalam film animasi Jumbo. Simak daftarnya di bawah ini.
Dengan deretan pengisi suara yang ciamik dan cerita seru, film Jumbo sangat pantas menjadi pillihan di momen libur Lebaran ini.
Berbagai pesan dalam film ini akan menghangatkan hati tiap penonton. Jadi, sudah siap menonton Jumbo?*** (Dian Nofitasari)