Minggu, 19 September 2021

Ritual Budaya Sedekah Laut Diawali Dengan Nyekar di Karang Bandung Majeti Nusakambangan

Kelompok nelayan di Cilacap gelar nyekar ke Karang Bandung Majeti Nusakambangan dengan membawa sesaji, sebagai rangkaian budaya sedekah laut. (Ulul)

Ritual Budaya adat sedekah laut di Cilacap diawali dengan nyekar atau ziarah ke Karang Bandung di Pulau Majeti Nusakambangan, Kamis (26/08) pagi. Nyekar dilakukan oleh sesepuh kelompok nelayan dengan membawa sesaji. Untuk acara rangkaian sedekah laut lainnya yaitu tirakatan, larungan jolen dan tasyakuran tumpengan.


Cilacap, serayunews.com

Gelaran acara budaya adat sedekah laut akan digelar oleh kelompok nelayan di Cilacap dengan sederhana, sebab masih dalam suasana pandemi Covid-19. Kegiatan dilakukan tanpa ada arak-arakan ataupun hiburan, tak sama seperti pada tahun-tahun sebelum pandemi.

Ketua Kelompok Nelayan Pandanarang Cilacap Tarmuji mengatakan, ritual budaya adat sedekah laut di kelompoknya sudah diawali dengan nyekar atau ziarah ke Karang Bandung di Pulau Majeti Nusakambangan diwakili oleh sesepuh kelompok.

“Ritual di Karang Bandung, membawa persyaratan sesaji yang sudah dilakukan turun temurun. Minta doa restu kepada Alloh untuk melaksanakan uri-uri adat,” ujar Tarmuji, Kamis (26/08).

Menurutnya, ada dua alternatif untuk menuju ke Karang Bandung, yakni menuju lokasi dengan perahu apabila tidak terjadi gelombang tinggi, atau dengan cara jalan kaki melalaui jalaur Karang Tengah Nusakambangan, dengan jarak tempuh sekitar dua jam. Sebab, lokasi nyekar berada di ujung timur Nusakambangan bagian laut lepas.

“Setelah ziarah, kasepuhan membawa air yang sakral kemudian dibawa ke TPI pada sorenya, sekaligus untuk menata jolen yang akan dilarung esok harinya,” ujarnya.

Sedangkan untuk acara malam Jumat Kliwon, kelompok nelayan menggelar tirakatan di kelompok masing-masing. Kemudian pada Jumat (27/08) pagi, jolen dilarung ke laut pulau Majeti tersebut menggunakan perahu.

“Jolen yang akan dilarung oleh kelompok kita ada kepala kambing, jolen dilarung dengan dua perahu, masing-masing perahu berisi 5 dan 7 orang dari panitia,” ujarnya.

Setelah larungan sesaji nelayan akan mengadakan acara tasyakuran tumpengan di TPI setempat. Kelompok Pandanarang menyediakan empat tumpeng, kemudian  acara dilanjutkan dengan santunan anak yatim dan diperkirakan acara selesai pukul 10.30 WIB.

Tarmuji menambahkan, pihaknya tetap mengedepankan prokes, apabila warga di wilayahnya yang mau hadir juga wajib memakai masker. Selain itu, acara sedekah laut juga akan dipercepat waktunya agar tidak timbul kerumunan.

“Harapan kita semoga gelar budaya sedekah laut 2021 meminta kepada Alloh SWT supaya pandemi Covid-19 di Indonesia berakhir, serta mudah-mudahan hasil tangkapan ikan melimpah,” ujarnya.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini