Sabtu, 29 Januari 2022

Rumah Dua Lantai Ambruk saat Diperbaiki dan Dua Orang Terluka, Begini Kronologi Insiden di Pagentan Banjarnegara

Sebuah bangunan rumah dua lantai di Desa Plumbungan, Kecamatan Pagentan ambruk saat dalam perbaikan. Akibatnya dua orang mengalami luka dan harus menjalani perawatan intensif.


Banjarnegara, Serayunews.com

Akibat dimakan usia, bangunan rumah dua lantai di Desa Plumbungan RT 2 RW 1 Kecamatan Pagentan ambruk saat sedang dalam perbaikan pada Minggu (26/12/2021) sekitar pukul 16.45 WIB. Untuk mencegah terjadinya korban jiwa, rumah yang sudah rapuh ini akhirnya dibongkar oleh warga pada, Senin (17/12/2021).

Kejadian tersebut bermula saat dua korban yakni Mujianto (56) dan Diarto warga Desa Plumbungan, Kecamatan Pagentan sedang memperbaiki atap rumah milik Marto Wiyono. Saat itu dua korban sedang memperbaiki atap rumah, namun karena kondisi gangunan yang sudah lapuk, tiba-tiba ambruk dan menyebabkan dua orang mengalami luka.

Baca juga  Lantik Dewan Pengawas dan Direktur Perusda, Ini Pesan Plh Bupati Banjarnegara

Mujianto mengalami luka pada bagian kepala akibat benturan benda keras, sementara Diarto hanya mengalami luka lecet serta badan sebelah kiri akibat benturan benda keras. Keduanya saat ini masih menjalani perawatan dan mengalami trauma ringan.

Ernmanto perangkat desa setempat mengatakan, kondisi bangunan rumah dua lantai khususnya pada bagian atap memang sudah lapuk. Kejadian ini berawal saat pemilik rumah akan melakukan perbaikan, namun tiba-tiba atap ambruk akibat tiang penyangga bangunan sudah tidak kuat karena dimakan usia.

Dari kejadian tersebut, atas permintaan pihak keluarga dan kesepakatan pemerintah desa, bangunan rumah tersebut akhirnya dibongkar. Sementara pemilik rumah terpaksa diungsikan untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Baca juga  Harga Gas Elpiji 5,5 dan 12 Kg Melonjak, Akhirnya Warga Banjarnegara Pilih Beli Gas Melon

“Kami meminta pemilik rumah dan keluarga untuk mengosongkan rumahnya, mengingat saat ini kondisi bangunan rumah dan penyangga lantai dua sudah mulai retak-retak. Kami bersama warga dan relawan kemudian melakukan pembongkaran rumah,” katanya.

Menurutnya, saat ini warga bersama dengan relawan masih melakukan pembongkaran rumah. Sementara saat ini korban membutuhkan bantuan berupa material untuk membangun rumah kembali seperti seng, usuk, triplek, dan lainnya. Sedangkan untuk kebutuhan logistik makanan sudah mendapatkan bantuan dari PMI dan BPBD Banjarnegara.

Berita Terkait

Berita Terkini