
SERAYUNEWS – Sebuah rumah milik warga di Dusun Warureja, Desa Margasari, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, ludes dilalap si jago merah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arief Widodo, mengatakan kebakaran terjadi pada Selasa (16/6) sekitar pukul 16.30 WIB di rumah milik Wasito (62), seorang wiraswasta yang tinggal di Dusun Warureja RT 01 RW 04 Desa Margasari.
Menurut keterangan saksi, api pertama kali diketahui saat seorang warga bernama Rohman sedang memanjat pohon kelapa yang berada di belakang rumah korban. Dari lokasi tersebut, ia melihat kepulan asap tebal disertai api yang telah menyambar bagian atap rumah.
“Saksi melihat asap dan api sudah membesar di bagian belakang rumah. Kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pemadaman awal,” kata Gatot.
Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berdatangan untuk membantu memadamkan api. Namun kobaran api terus membesar sehingga warga memutuskan menghubungi Pos Damkar Sidareja. Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 16.33 WIB dan tim pemadam segera diberangkatkan menuju lokasi.
Gatot menjelaskan, petugas Damkar Sidareja bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. Dengan waktu tanggap atau response time sekitar enam menit, petugas langsung melakukan upaya pemadaman dan mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
“Setelah menerima laporan, petugas piket langsung menuju lokasi dan melakukan pemadaman bersama warga. Api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke rumah lainnya,” ujarnya.
Selain pemadaman, petugas juga melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Dalam penanganan kejadian tersebut, Damkar Sidareja mengerahkan personel bersama unsur TNI, Polri, perangkat desa, dan relawan setempat. Sedikitnya 6.000 liter air digunakan untuk menjinakkan kobaran api.
Berdasarkan hasil pendataan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Akibat kejadian tersebut, rumah permanen berukuran 6 x 12 meter mengalami kerusakan cukup parah. Sejumlah barang berharga milik korban seperti kulkas, mesin cuci, lemari, dan berbagai perabot rumah tangga turut hangus terbakar.
“Tidak ada korban luka maupun korban meninggal dunia dalam peristiwa ini. Namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta,” kata Gatot.
Petugas Damkar mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah guna mencegah terjadinya kebakaran, terutama saat cuaca panas dan penggunaan peralatan elektronik meningkat. Dengan penanganan cepat dari petugas dan bantuan warga, kebakaran akhirnya berhasil dipadamkan dalam kondisi aman dan terkendali.