
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banjarnegara terus memperkuat program pembinaan bagi warga binaan. Salah satu langkah yang kini dipersiapkan adalah penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan melalui kerja sama dengan Yayasan Ahsanul Ulum Kabupaten Banjarnegara.
Koordinasi antara kedua pihak dilaksanakan pada Kamis (30/7/2026) sebagai tahap awal untuk menyusun mekanisme pelaksanaan pendidikan kesetaraan di lingkungan Rutan. Program tersebut diharapkan mampu membuka akses pendidikan bagi warga binaan sekaligus menjadi bekal penting saat mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Rutan Kelas IIB Banjarnegara, Suparno, mengatakan pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembinaan warga binaan. Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada pembentukan sikap, tetapi juga harus memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan.
“Pendidikan menjadi sarana penting bagi warga binaan untuk menambah pengetahuan, meningkatkan kemampuan, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana,” ujar Suparno.
Ia menambahkan, kerja sama dengan Yayasan Ahsanul Ulum merupakan bentuk komitmen Rutan Banjarnegara dalam menghadirkan program pembinaan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, Rutan Banjarnegara bersama Yayasan Ahsanul Ulum membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan program. Mulai dari pendataan calon peserta, kelengkapan administrasi, penyusunan jadwal pembelajaran, kurikulum pendidikan, hingga mekanisme pelaksanaan kegiatan belajar di dalam lingkungan rutan.
Pembahasan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan serta dapat menyesuaikan dengan kebutuhan pembinaan warga binaan.
Menurut Suparno, akses terhadap pendidikan merupakan hak yang tetap dimiliki setiap warga binaan. Melalui program pendidikan kesetaraan, mereka diharapkan memiliki kesempatan untuk menyelesaikan jenjang pendidikan yang belum sempat ditempuh sebelum menjalani masa pidana.
Selain meningkatkan pengetahuan akademik, pendidikan juga diharapkan mampu membangun rasa percaya diri, memperluas wawasan, serta memberikan motivasi kepada warga binaan agar siap menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah bebas.
“Kami terus berupaya membangun sinergi dengan berbagai pihak agar program pembinaan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Pendidikan merupakan investasi penting untuk membentuk sumber daya manusia yang lebih baik,” katanya.
Koordinasi berlangsung dalam suasana komunikatif dengan semangat membangun kolaborasi jangka panjang. Rutan Banjarnegara dan Yayasan Ahsanul Ulum menyamakan persepsi mengenai tahapan pelaksanaan sehingga program dapat berjalan efektif, terarah, dan berkesinambungan.
Program pendidikan kesetaraan ini juga menjadi bagian dari upaya Rutan Banjarnegara dalam menghadirkan pembinaan yang lebih inklusif. Tidak hanya memberikan pembinaan kepribadian dan kemandirian, tetapi juga memastikan warga binaan memperoleh kesempatan mengembangkan potensi diri melalui jalur pendidikan formal.
Ke depan, Rutan Banjarnegara berharap sinergi dengan Yayasan Ahsanul Ulum terus berlanjut sehingga program pendidikan kesetaraan dapat berjalan secara berkesinambungan dan menjangkau lebih banyak warga binaan.
Dengan terbukanya akses pendidikan, warga binaan diharapkan memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, serta kepercayaan diri yang lebih baik untuk kembali berperan positif di tengah keluarga dan masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Program ini sekaligus menegaskan komitmen Rutan Kelas IIB Banjarnegara dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama proses reintegrasi sosial.