Senin, 4 Juli 2022

Sakit Tak Kunjung Sembuh, Warga Gandrungmangu Nekad Nyebur Sumur

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Seorang warga Desa Cinangsi Kecamatan Gandrungmangu, Dasem (49) nekad mengakhiri hidupnya. Karena penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh, Dasem memilih terjun ke sumur sedalam tujuh meter.

Kapolres Cilacap AKBP Yudo Hermanto SIK melalui Kapolsek Gandrungmanggu, AKP Agus Subagyo mengatakan, korban saat itu berada di rumah adiknya di Desa Karanggintung Kecamatan Gandrungmangu. Persitiwa itu bermula saatSatrio (22) warga Dusun Sindangraja RT 7 RW 4 Desa Karanggintung Kecamatan Gandrungmangu kaget, saat melihat sepasang sandal berada di pinggir sumur belakang rumahnya. Ia mengurungkan niatnya untuk mandi, karena mengetahui sepasang sandal itu milik kakaknnya Dasem (49). Satrio bertambah heran karena, Dasem warga Desa Cinangsi Kecamatan Gandrungmangu itu tidak terlihat disekitar sumur.

Baca juga  Yuk Dibantu, Rumah Warga di Karangpucung Ludes Terbakar dan Rata dengan Tanah

“Begitu melihat sumur, ternyata jasad Dasem sudah mengambang. Sumur dengan kedalaman 7 meter, dengan diameter 1 meter serta kedalaman air 3 meter” jelasnya, Kamis (30/3/2017).

Melihat hal tersebut, kata dia, Satrio kemudian meminta pertolongan warga sekitar untuk mengevakuasi jasad korban. Anggota Polsek Gandrungmangu yang mengetahui kejadian itu, juga mendantangi TKP bersama tim medis dari Puskesmas Gandrungmangu. Dari hasil pemeriksaan tim medis dari Pukesmas Gandrungmanggu tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan pada tubuh korban.

“Jasad korban segera di evakuasi dari dalam sumur dengan dibantu oleh masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Baca juga  Tiga Rumah di Lumbir dan Rawalo Banyumas, Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

Dikatakannya, dari hasil pemeriksaan saksi dan juga keterangan keluarga, diduga korban nekad mengakhiri hidupnya dengan cara menceburkan diri kedalam sumur karena depresi penyakit kangker payudara yang tidak kunjung sembuh.

“Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan bedah mayat sehingga dari Polsek Gandrungmanggu membuatkan berita acara penolakan autopsi yang diketahui oleh perangkat Desa,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini