
SERAYUNEWS-Dalam rangka menyambut calon siswa baru dan rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026, para kader Adiwiyata Bumi Lestari SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara melakukan aksi bersih lingkungan bersama (korve).
Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan dan aksi nyata Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Aksi ini tidak hanya dilakukan di dalam lingkungan sekolah, tetapi juga lingkungan di sekitar sekolah.
Para siswa secara gotong royong mengumpulkan berbagai jenis sampah yang kemudian dipilah sebelum disalurkan ke bank sampah dan tempat pembuangan akhir (TPA).
Dari aksi tersebut, puluhan kilogram sampah berhasil dikumpulkan. Langkah pemilahan sampah dilakukan sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar.
Koordinator Tim Adiwiyata Bumi Lestari SMAN 1 Sigaluh, Yani Damayanti, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari budaya peduli lingkungan yang rutin diterapkan di sekolah.
“Seluruh warga sekolah, mulai dari kader Adiwiyata, siswa, hingga guru dan karyawan, secara rutin melaksanakan kegiatan kebersihan. Apalagi saat ini kami juga sedang menyambut peserta didik baru. Program biopori dan bank sampah pun telah berjalan dalam beberapa bulan terakhir sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga lingkungan dan mendukung upaya pengendalian perubahan iklim,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).
Menurut Yani, pendidikan lingkungan perlu dibangun melalui aksi nyata agar mampu membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap kelestarian alam.
Sementara itu, salah seorang Kader Adiwiyata Bumi Lestari SMAN 1 Sigaluh, Akmal Bilal Rizki Pratama, mengungkapkan bahwa saat melakukan aksi bersih-bersih di luar lingkungan sekolah, pihaknya masih menemukan cukup banyak sampah yang berserakan, terutama di sekitar lapangan.
“Di dalam sekolah, kesadaran untuk memilah sampah mulai tumbuh karena fasilitas tempat sampah sudah memadai. Kami berharap Indonesia bisa semakin bersih dari sampah, tetapi perubahan itu harus dimulai dari lingkungan kecil di sekitar kita,” kata Akmal.
Melalui kegiatan tersebut, SMAN 1 Sigaluh berharap dapat menumbuhkan budaya hidup bersih dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Gerakan sederhana seperti kerja bakti dan pemilahan sampah diyakini menjadi langkah awal dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, asri, dan berkelanjutan.