
SERAYUNEWS — Dua ekor sapi bantuan Presiden RI Prabowo Subianto dikurbankan di Kabupaten Banyumas pada momentum Iduladha 1447 Hijriah.
Salah satu sapi berjenis limosin dengan bobot mencapai 1,1 ton menjadi perhatian warga karena diproyeksikan menghasilkan sekitar 2.000 paket daging kurban untuk masyarakat Banyumas.
Dua sapi bantuan Presiden dikurbankan di lokasi berbeda. Satu ekor disembelih di Desa Sirau, Kecamatan Banyumas, sementara satu ekor lainnya dikurbankan di Masjid Wakaf Al Istiqomah, Kauman Lama, Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur.
Sapi limosin berbobot 1,1 ton yang dikurbankan di Kauman Lama berasal dari peternak lokal Banyumas, Ahmad Ghouzi Al Fatah asal Desa Pernasidi. Sapi tersebut dibeli dengan nilai Rp128 juta.
Sementara sapi bantuan Presiden yang dikurbankan di Sirau memiliki bobot sekitar 800 kilogram dan berasal dari wilayah Boyolali.
Penyerahan hewan kurban dilakukan secara simbolis oleh Sadewo Tri Lastiono di halaman Masjid Wakaf Al Istiqomah, Rabu (27/5/2026).
Menurut Sadewo, sapi limosin berbobot jumbo tersebut diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 2.000 paket daging kurban.
“Nanti tidak hanya untuk warga sekitar sini (Kauman Lama, red), tapi lintas kecamatan di sini,” kata Sadewo.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo karena bantuan sapi kurban tahun ini dibeli dari peternak lokal Banyumas.
“Alhamdulillah, sapi yang diserahkan lewat Pemkab beratnya mencapai 1,1 ton dan dibeli dari peternak lokal kita sendiri. Semoga bantuan dari Bapak Presiden ini membawa manfaat besar bagi warga Banyumas. Kami juga berharap tahun depan Banyumas bisa mendapat alokasi lebih banyak lagi,” ujar Sadewo.
Takmir Masjid Wakaf Al Istiqomah, Wahyu Fauzi menjelaskan total penerima manfaat dari sapi kurban bantuan Presiden mencapai sekitar 2.000 kepala keluarga.
Selain warga Kauman Lama, distribusi daging juga akan menjangkau sejumlah wilayah lain seperti Kecamatan Kebasen dan Cilongok.
“Di kawasan Kauman Lama sendiri, terdapat sekitar 700 KK tersebar di 7 RW dan 28 RT. Pihak panitia telah mengamankan 1.000 paket daging agar seluruh warga setempat dipastikan kebagian,” kata dia.
Untuk menjaga higienitas dan kelancaran distribusi, proses penyembelihan tidak dilakukan di area masjid.
Setelah penyerahan, sapi langsung dibawa ke Rumah Potong Hewan (RPH) untuk proses penyembelihan, pencacahan hingga pengemasan.
“Setelah penyerahan, sapi langsung dibawa ke Rumah Potong Hewan (RPH). Mulai dari penyembelihan, pencacahan, hingga pengemasan ke kantong plastik dilakukan di sana, baru kemudian kami distribusikan ke masyarakat,” kata Wahyu.