
SERAYUNEWS- Sebanyak 469 calon mahasiswa internasional dari 36 negara resmi mendaftar program UIN Saizu International Student Scholarship Tahun Akademik 2026/2027 di Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.
Lonjakan ini menjadi salah satu capaian tertinggi dalam sejarah penerimaan mahasiswa asing di kampus tersebut.
Program beasiswa internasional UIN Saizu 2026/2027 mencatat dominasi pendaftar jenjang Sarjana (S1), sekaligus mempertegas posisi kampus sebagai destinasi studi Islam unggulan di kancah global.
Direktur International Office UIN Saizu, Dr. Mohamad Sobirin, mengungkapkan bahwa berdasarkan pembaruan data per 23 Februari 2026, jumlah pendaftar mencapai 469 orang.
Rinciannya:
Pendaftaran resmi ditutup pada 22 Februari 2026 dengan total peserta dari 36 negara.
“Antusiasme calon mahasiswa internasional tahun ini sangat luar biasa. Angka ini menunjukkan kepercayaan global terhadap UIN Saizu semakin kuat,” ujar Sobirin, Senin (23/2/2026).
Sebaran pendaftar berasal dari berbagai kawasan strategis dunia, terutama Afrika, Asia Selatan, dan Timur Tengah. Negara-negara asal peserta antara lain Sudan, Somalia, Ethiopia, Sierra Leone, Pakistan, Nigeria, Ghana, Gambia, Yaman, Mali, Afghanistan dan Komoro.
Kemudian ada Senegal, Suriah, Cote D’ivoire, Zimbabwe, Liberia, Malawi, Filipina, Burkina Faso, Guinea, Kamerun, Libya, Zambia, Timor Leste, Uganda, Kamboja, Chad, Somaliland, Benin, Thailand, Rwanda, Madagaskar, Mesir, Aljazair, dan Bangladesh.
Keberagaman ini dinilai memperkaya atmosfer akademik dan budaya di lingkungan kampus.
“Kami membangun ekosistem akademik yang inklusif dan multikultural. Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara akan memperkuat pertukaran gagasan, budaya, serta perspektif global,” tegasnya.
Dari total 36 negara pendaftar, sebanyak 24 negara tercatat sebagai partisipan baru dalam program beasiswa internasional UIN Saizu. Di antaranya Somalia, Ethiopia, Afghanistan, Komoro, Senegal, Palestina, Tanzania, Sierra Leone, Mali, Suriah, Zimbabwe, Cote D’ivoire, Liberia, Burkina Faso, Malawi, Timor Leste, Guinea, Uganda, Chad, Somaliland, Benin, Rwanda, Madagaskar, dan Mesir.
Masuknya negara-negara baru ini merupakan hasil intensifikasi promosi global dan penguatan jejaring kerja sama luar negeri yang dilakukan kampus dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami terus memperluas jaringan internasional melalui kolaborasi akademik dan promosi digital. Respons tahun ini membuktikan strategi internasionalisasi kampus berjalan efektif,” jelas Sobirin.
Program UIN Saizu International Student Scholarship menawarkan skema beasiswa penuh (fully funded) bagi kandidat terpilih. Fasilitas tersebut mencakup dukungan akademik, pembinaan adaptasi budaya, serta pendampingan selama masa studi di Indonesia.
Dengan jumlah pendaftar yang mencapai 469 orang, proses seleksi dipastikan berlangsung ketat. Kampus menargetkan penerima beasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan keilmuan dan kontribusi global.
Lonjakan signifikan ini sekaligus mempertegas posisi UIN Saizu Purwokerto sebagai kampus Islam negeri yang semakin diperhitungkan dalam peta pendidikan tinggi internasional.