
SERAYUNEWS- Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus memperkuat diseminasi kepakaran akademik, sekaligus mendorong internasionalisasi kampus sebagai bagian dari penguatan reputasi perguruan tinggi di tingkat global.
Komitmen tersebut disampaikan Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Strategi Media Relations dalam Meningkatkan Citra Media terhadap Perguruan Tinggi” yang digelar di Ruang Pertemuan Lantai 4 Rektorat UIN Saizu Purwokerto, Rabu, 13 Mei 2026.
Dalam forum yang dihadiri wartawan media cetak, online, televisi, radio, dan pegiat media sosial itu, Prof. Ridwan menegaskan bahwa media memiliki posisi strategis dalam menyampaikan berbagai capaian dan kepakaran perguruan tinggi kepada masyarakat luas.
Menurut Prof. Ridwan, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kualitas akademik, tetapi juga kemampuan dalam mendiseminasikan pengetahuan, penelitian, dan prestasi kepada publik.
“Atas nama pimpinan, kami mengucapkan terima kasih atas kedatangannya. Bagi kami, media dan awak media dalam konteks negara merupakan salah satu pilar civil society dan menjadi kekuatan lembaga,” ujarnya.
Ia menyebut hubungan kemitraan antara kampus dan media menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan. “Sehebat apa pun perguruan tinggi kalau tidak ditopang media, tidak ada apa-apanya. Bahkan sesuatu yang remeh jika diekspos media bisa menjadi luar biasa,” katanya.
Menurutnya, media berperan sebagai jembatan antara kampus dengan masyarakat dalam menyampaikan berbagai hasil penelitian, inovasi, hingga prestasi akademik. “Diseminasi penelitian, prestasi, dan berbagai kegiatan akademik menjadi terlihat oleh publik lewat media. Media menjadi bridging dengan publik,” jelasnya.
Ia menambahkan, publikasi yang masif dan positif mampu membangun citra kelembagaan secara kuat di mata masyarakat maupun pemangku kebijakan.
Prof. Ridwan mengungkapkan bahwa pemberitaan positif media selama ini memberikan dampak besar terhadap reputasi UIN Saizu di tingkat nasional. Ia mencontohkan saat salah satu staf khusus Kementerian Agama memprofilkan UIN Saizu berdasarkan berbagai pemberitaan media sebelum menyampaikan pidato dalam sebuah agenda resmi.
“Kami bersyukur dengan derasnya pemberitaan positif. Ketika profiling dari stafsus Kementerian Agama mengawali pidatonya, beliau memprofilkan UIN Saizu Purwokerto dari pemberitaan media,” ujarnya.
Menurutnya, media mampu memotret perkembangan kelembagaan kampus secara menyeluruh sehingga publik dapat mengetahui berbagai capaian yang telah diraih. “Hasilnya positif karena setiap prestasi kami publish di pemberitaan. Betapa potret media memotret kelembagaan secara utuh. Kami menjadi bangga,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui setiap institusi tetap memiliki tantangan dan kekurangan di balik sejumlah prestasi yang dicapai. “Tentu di balik prestasi ada juga kelemahan kita, tergantung perspektifnya,” tambahnya.
Selain memperkuat diseminasi kepakaran, UIN Saizu juga terus mendorong internasionalisasi kampus melalui berbagai kerja sama global dan program akademik internasional.
Berdasarkan data capaian kelembagaan, UIN Saizu saat ini memiliki 41 kerja sama internasional di 17 negara yang mencakup program student exchange, kolaborasi penelitian, guest lecturer, hingga visiting professor.
Program internasionalisasi tersebut menjadikan UIN Saizu semakin dikenal di tingkat global dan menarik minat mahasiswa mancanegara untuk menempuh pendidikan di Purwokerto.
Saat ini, UIN Saizu tercatat memiliki 78 mahasiswa internasional yang berasal dari 28 negara di kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa UIN Saizu mulai berkembang menjadi salah satu destinasi pendidikan internasional di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.
Dalam forum tersebut, Prof. Ridwan juga memaparkan sejumlah capaian akademik kampus yang menjadi fondasi penguatan reputasi internasional UIN Saizu. Saat ini UIN Saizu memiliki enam fakultas dengan total 15.830 mahasiswa, 272 dosen, dan 181 tenaga kependidikan.
Kampus ini juga menghadirkan Fakultas Sains dan Teknologi dengan sejumlah program studi baru seperti Informatika, Arsitektur, Ilmu Lingkungan, serta Perpustakaan dan Sains Informasi. Di bidang akademik, jumlah guru besar UIN Saizu meningkat signifikan hingga mencapai 32 profesor pada tahun 2026.
Sementara dalam bidang publikasi ilmiah, dua jurnal UIN Saizu berhasil terindeks Scopus Q1, yakni Jurnal Volksgeist dan Jurnal Al-Manahij. Menurut Prof. Ridwan, berbagai capaian tersebut menjadi bukti bahwa UIN Saizu terus bergerak menuju perguruan tinggi yang unggul dan kompetitif secara global.
Melalui kegiatan FGD tersebut, UIN Saizu berharap hubungan kemitraan dengan media dapat terus dikembangkan secara periodik untuk membangun komunikasi publik yang lebih efektif dan kolaboratif.
“Ke depan berbagai hubungan kemitraan bisa diselenggarakan secara periodik untuk sama-sama memahami kepentingan masing-masing secara mutualistik melakukan sinergi kolaborasi,” ujar Prof. Ridwan.
Ia berharap media dapat terus menjadi mitra strategis dalam menyampaikan berbagai kepakaran, inovasi, dan kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat luas. FGD diisi oleh Ketua PWI Kabupaten Banyumas, Lilik Darmawan dan dimoderatori Pengurus PWI Kabupaten Banyumas, Ustad Mukorobin.