Jumat, 12 Agustus 2022

Sedekah Laut Berubah Nama, Ini Alasannya

Cilacap, serayunews.com – Selama bertahun tahun lamanya, masyarakat Cilacap dan sekitarnya akrab dengan prosesi Sedekah Laut. Prosesi budaya pesisir selatan yang digelar setiap tahun secara turun temurun ini, digelar setiap bulan Suro dalam penanggalan Jawa. Para nelayan pesisir selatan memaknai Sedekah Laut sebagai bentuk rasa syukur terhadap alam dan Sang Pencipta.

Dari tradisi leluhur dan kepercayaan para nelayan, ungkapan rasa syukur diwujudkan dalam prosesi Sedekah laut dengan melarung sesaji yang disebut dengan jolen. Jolen berisi bermacam sesaji seperti kepala kamping, hingga kepala sapi.

Baca juga  Nahas! Warga Kedungjati Purbalingga Ini, Terluka Parah Jadi Korban Tabrak Lari

Meski hajatan tahunan ini dilakukan para nelayan, tetapi masyarakat lain selalu memeriahkan prosesi sakral ini.

Pada 2018 lalu, pelaksanaan tradisi ini sempat ditentang sekelompok kecil orang. Hal tersebut terlihat dari banner dan spanduk provokatif yang bertebaran di jalan menjelang kegiatan. Namun, masyarakat yang memiliki hajat acara itu bisa mengontrol emosinya terhadap kelompok pemasang banner tersebut.

Pada 2019 in, prosesi budaya tahunan ini dikemas dengan nama Festival Nelayan.

Ketua Kelompok Nelayan TPI Pandanarang, Tarmuji mengatakan nama tersebut merupakan usulan dari Pemerintah Kabupaten Cilacap. Hal tersebut juga sudah dimusyawarahkan oleh para kelompok nelayan.

Baca juga  Wisatawan yang Tenggelam di Pantai Kertojayan Purworejo Ditemukan Tewas

“Kami sudah musyawarah, apapun namanya yang terpenting prosesinya masih tetap sama,” ujarnya.

Turmuji yang juga menjadi ketua kegiatan ini berharap, tidak lagi ada tanggapan-tanggapan negatif serta profokatif terkait prosesi budaya para nelayan ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan rasa syukur dari para nelayan kepada sang pencipta, setelah memberikan limpahan rezeki berupa ikan selama satu tahun ke belakang.

Teknis acara juga mengalami perubahan. Biasanya, prosesi dimulai dari Pendapa Wijayakusuma. Namun tahun ini prosesi akan dilaksanakan di eks Bataliyon Cilacap. Selanjutnya, jolen yang berjumlah 10 buah akan dikirab dari eks Bataliyon Cilacap menuju ke jalan A Yani-melewati Jalan Sutoyo dan Jalan Laut sampai ke Pantai Teluk Penyu untuk dilarung ke laut.

Berita Terkait

Berita Terkini