Rabu, 19 Januari 2022

Selama Tahun 2021, 200 Orang Meninggal Dunia karena Kecelakaan di Banyumas

Kanit Laka Lantas Polresta Banyumas, AKP R Manggala Agung SM. (Shandy)

Jika dibandingkan tahun 2020, pada tahun 2021 kasus kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Banyumas mengalami peningkatan sebanyak 0,9 persen. Pada tahun 2020 tercatat ada 1.574 kasus dan tahun 2021 sebanyak 1.588 kasus. Tidak hanya kasus kecelakaan saja yang meningkat, untuk orang meninggal dunia akibat kecelakaan juga mengalami kenaikan sebanyak 0,5 persen.


Purwokerto, serayunews.com

Menurut keterangan Kanit Laka Lantas Polresta Banyumas, AKP R Manggala Agung SM, tahun ini ada sebanyak 200 orang meninggal dunia akibat kecelakaan, meningkat 0,5 persen dibandingkan tahun lalu yakni sebanyak 199 orang meninggal dunia.

Baca juga  Kanwil Kemenkumham Jateng Deklarasi Janji Kinerja dan Pencanangan WBK WBBM, Apa Itu?

“Untuk daerah rawan kecelakaan di Kabupaten Banyumas yakni seperti di Kecamatan Wangon, Sokaraja, pinggiran Kabupaten Banyumas atau daerah lintasan antar kota,” ujar dia, Sabtu, (1/1/2022).

Manggala menambahkan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingginya angka kecelakaan, dimana paling banyak yakni faktor kelalaian pengemudi, seperti pengemudi mengantuk, ceroboh saat berkendara, serta melebihi batas kecepatan yang ditentukan.

“Kepada para pengemudi kami mengimbau patuhi peraturan lalu lintas, kemudian kedepankan etika berlalu litas. Seperti menyalip diperhatikan kendaraan di depannya, mana yang harus di dahulukan jalan besar kecil, kemudian ketika memutar balik juga harus benar hati-hati,” katanya.

Baca juga  Viral Sesajen yang Dibuang, Pegiat Seni dan Budaya Banyumas Kecam Aksi Tersebut

Sementara itu menurut keterangan Kapolresta Banyumas, Kombes Pol M Firman L Hakim dalam rilis akhir tahun Polresta Banyumas, hingga saat ini pihaknya masih terus menanggulangi kasus kecelakaan di Kabupaten Banyumas, dengan melakukan sejumlah edukasi hingga pencegahan lainnya. Bahkan, pihaknya berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk mengakomodir pemuda yang suka balap liar.

“Kita sudah komunikasikan dengan pak Bupati, ktia akan buat sirkuit agar mereka tidak melakukan balap liar, ini salah satu langkah kita untuk mengurangi laka lantas,” ujarnya

Berita Terkait

Berita Terkini